JawaPos.com – Bagi pecinta makanan Thailand atau Vietnam pasti sudah tak asing mengkonsumsi beras melati yang berwarna putih, bentuk bulir panjang, dan aroma menyegarkan.
Di wilayah Thailand, masyarakat setempat menyebut beras melati sebagai Thai Hom Mali Rice dan telah dikembangkan oleh petani lokal sejak tahun 1945 sebagai varietas unggul.
Jika beras sudah dimasak dengan seksama, nantinya hal yang paling mencolok sebelum dinikmati ialah wangi nasinya menyerupai bunga melati.
“Beras melati adalah jenis beras berbiji panjang dikenal karena kualitas aromatiknya yang unik dan rasa berbeda, biasanya cocok dipadukan dengan sushi atau tumisan tertentu,” kata ahli diet Garima Goyal.
Beras melati sendiri punya lima nutrisi meliputi kalori relatif padat, karbohidrat yang jadi sumber energi utama, serat, protein, dan lemak.
Dilansir JawaPos.com dari Healthshots, Senin (4/12), terdapat sejumlah manfaat mengkonsumsi beras melati. Apa saja? simak uraiannya di bawah ini.
1. Kualitas aromatik
Wanginya alami seperti perpaduan aroma popcorn dan daun pandan. Hal ini karena ada kandungan gen aromatik amina aldehid sehingga kualitas aromatiknya dapat meningkatkan sensorik tubuh secara keseluruhan.
2. Palatabilitas
Beras melati memiliki tekstur sedikit lengket saat dimasak sehingga mudah diambil dengan sumpit atau diubah ke berbagai bentuk, misal sushi.
3. Serba guna
Beras melati mempunyai beragam kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh dan bisa dipadukan dengan sayuran, daging, hingga saus menjadikannya bahan dasar serba guna untuk banyak makanan.
4. Mudah dicerna
Beras jenis ini mudah dicerna karena kualitasnya bermanfaat bagi individu dengan sistem pencernaan sensitif atau mereka yang baru pulih dari penyakit.
5. Sumber energi
Beras melati terdiri dari nutrisi utama karbohidrat menyediakan sumber energi yang cepat dan efisien.
6. Rendah lemak
Beras tersebut secara alami rendah lemak sehingga berkhasiat bagi individu yang ingin mengatur asupan lemak atau menjalani diet rendah lemak.
Meski begitu, ada beberapa kekurangan mengonsumsi berat melati yaitu rendah serat dibandingkan nasi merah.
“Proses penggilingan menghilangkan lapisan luar dedak menjadikannya kandungan seratnya berkurang. Hal ini juga mengakibatkan lenyapnya beberapa vitamin dan mineral,” ungkap Goyal.
Adapun beras melati mempunyai indeks glikemik lebih tinggi daripada nasi merah yang berarti lonjakan kadar gula darah naik lebih cepat dan padat kalori, tambahnya.
Selain itu, dibanding beras merah dan biji-bijian lainnya, beras melati memiliki lebih sedikit antioksidan karena hilangnya lapisan dedak.
Kendati demikian, beras melati dapat menjadi pilihan lain alih-alih jika merasa bosan dengan jenis beras lainnya dan ingin mencoba sensasi baru dari varian tersebut.
Beberapa referensi ini mungkin bisa diikuti:
Bahan dasar hidangan
Gunakan nasi melati sebagai bahan dasar hidangan utama seperti tumisan, kari, atau semur. Teksturnya sedikit lengket sehingga cocok dipadukan bersama hidangan berkuah atau beraroma.
Jadi lauk
Sajian nasi melati bisa disajikan bersama lauk daging, sayuran, atau makanan laut. Rasanya netral menungkinkannya sempurna menjadi hidangan secara keseluruhan tanpa mengganggu komponen lainnya.
Nasi goreng
Buatlah nasi goreng menggunakan nasi melati yang dimasak atau didinginkan. Tumis dengan sayuran dan protein seperti ayam, udang, atau tahu dipadu saus buatan sendiri untuk hidangan cepat dan beraroma.
Sushi
Nasi melati bisa digunakan sebagai sushi gulung buatan sendiri. Bumbui nasi dengan campuran cuka beras, gula, dan garam untuk mendapatkan cita rasa khas sushi.
Salad
Gabungkan nasi melati yang sudah dingin ke dalam salad untuk menambah tekstur dan substansi. Kombinasikan juga bersama sayuran segar dan saus ringan untuk hidangan utama atau sampingan.
Makanan penutup
Bisa membuat makanan penutup menggunakan nasi melati yang dimasak bersama susu, gula, dan vanila untuk membuat puding beras yang simple nan enak.