JawaPos.com – Kasus sengatan Tawon Vespa atau Tawon Endhas dilaporkan terjadi pada tahun 2017-2019 di beberapa wilayah Indonesia, seperti Klaten, Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Sragen.
Selama periode Januari-November 2019, serangan Tawon Vespa terjadi di Klaten dan Pemalang, Jawa Tengah.
Dikutip dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng pada Kamis (23/11), Klaten menjadi daerah paling parah terkena serangan Tawon Vespa dengan 667 kasus laporan sarang tawon Endhas sejak 2016.
Baca Juga: Makin Meningkat, 11 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Serangan Tawon di Korea Selatan
Sebanyak 10 orang dilaporkan meninggal akibat sengatan tawon tersebut.
Pada tahun 2019, Klaten mencatat 13 kasus serangan dengan 2 kematian di Kecamatan Wonosari dan Wedi. Pemalang juga melaporkan 9 kematian sejak 2018.
Selain itu, Kudus mencatat empat kasus dalam setahun, sedangkan Sukoharjo telah memusnahkan 400 sarang dalam satu tahun.
Baca Juga: Waspada, Bermunculan Sarang Tawon Vespa di Sidoarjo
Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir, Boyolali menerima dua atau tiga permintaan setiap malam untuk memusnahkan sarang tawon.
Ciri-Ciri
Spesies Vespa affinis menyebar luas di kawasan tropis dan subtropis Asia, termasuk Sri Lanka, Hong Kong, Laos, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Tawon Vespa, atau Vespa affinis yang juga dikenal sebagai lesser banded hornet oleh ahli ilmu pengetahuan, karena memiliki lingkaran kuning hitam di perutnya.
Baca Juga: Buntut Bakar Sarang Tawon, Gudang Furnitur di Surabaya Ikut Terbakar
Tawon ini memiliki nama lokal Tawon Endhas dan tergolong dalam ordo Hymenoptera bersama dengan semut dan lebah.
Tawon ini termasuk salah satu dari 860 spesies yang masuk dalam keluarga Vespidae.
Panjang tubuh Vespa affinis berkisar antara 2 hingga 3 centimeter, dengan tiga segmen perut berwarna merah kecoklatan-kuning-hitam.
Ratu memiliki ukuran sekitar 3 cm, pejantan sekitar 2,6 cm, dan pekerja sekitar 2,2-2,5 cm.
Baca Juga: Andalan, Tim Rescue Ini Siap Evakuasi Ular, Tawon hingga Lepas Cincin
Sebuah koloni dapat memiliki lebih dari satu ratu, menyebabkannya terus berkembang. Sarang mereka berbentuk oval menggantung seperti buah.
Mereka sering membuat sarang di atas bangunan tinggi, di bawah atap, atau di alam liar seperti pohon, semak-semak, dan permukaan batu.
Tawon Vespa memperoleh makanan dari nektar bunga, lebah, buah-buahan yang telah membusuk, hingga bangkai serangga yang baru mati.
Baca Juga: Metode Sarang Tawon, Upaya Pemkot Surabaya Tekan Penularan Covid-19
Bahaya
Tawon ini dikenal sebagai hewan agresif dengan sengatan yang mematikan.
Racun dari sengatan tawon ini mengandung berbagai senyawa kimia, termasuk asetilkolin, histamin, serotonin, fosfolipase A, hyaluronidase, katekolamin, mastoparan, peptida kemotaksis, dan kinot neurotoksik.
Sengatan tawon Vespa affinis dapat memiliki efek bengkak dan dalam kasus yang ekstrem dapat menyebabkan anafilaksis dan kerusakan organ.
Baca Juga: Virus Korona Belum Berakhir, AS Diteror Serangan Tawon Vespa Pembunuh
Penanganan
Sengatan tawon ini dapat menjadi fatal jika tidak segera ditangani dengan benar, terutama jika menyerang organ vital seperti limpa dan ginjal.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan bangkai serangga, dan memastikan tidak ada tumpukan sampah makanan.