JawaPos.Com - Penyakit demensia dan alzheimer acapkali disalahartikan oleh banyak orang.
Secara umum, penyakit demensia dan alzheimer memang menyerang lansia di atas umur 65 tahun.
Namun, penyakit demensia dan alzheimer bukanlah kondisi yang bisa disamakan.
Meski sama-sama menyerang daya ingat, namun demensia dan alzheimer memiliki banyak perbedaan yang cukup signifikan.
Dilansir melalui laman healthline.com, Kamis (23/11), demensia adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan gejala yang mempengaruhi memori, kinerja aktivitas sehari-hari, dan kemampuan berkomunikasi.
Sementara alzheimer merupakan jenis demensia yang paling umum dan dapat memburuk seiring berjalannya waktu karena memengaruhi ingatan, bahasa, dan pikiran.
Seseorang dapat menderita lebih dari satu jenis demensia, hal ini dikenal sebagai demensia campuran.
Baca Juga: Mengenal Penyakit Alzheimer, Ketahui Secara Dini Apa Saja Gejalanya
Orang dengan penderita demensia campuran memiliki gejala dari dua atau lebih jenis demensia dan diagnosis demensia campuran hanya dapat dipastikan melalui hasil pemeriksaan.
Hal ini dapat berdampak besar pada kemampuan yang berfungsi secara mandiri dan menjadi penyebab utama kecacatan kalangan lanjut usia.
Demensia juga menjadi penyebab kematian kelima secara global dan kasusnya diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat dalam 30 tahun ke depan.
Lebih lanjut, demensia adalah istilah yang diterapkan pada sekelompok gejala yang berdampak negatif pada ingatan.
Sementara Alzheimer adalah penyakit progresif spesifik pada otak yang secara perlahan menyebabkan gangguan pada memori dan fungsi kognitif.
Biasanya, penderita penyakit Alzheimer, akan mengalami sel-sel mati otak dan hubungan antar sel otak perlahan terputus.
Salah satu gejala umumnya yaitu adanya penumpukan protein abnormal di otak yang disebut plak.
Baca Juga: Sering Merasa Lupa? Waspada Gejala Penyakit Demensia Alzheimer, Kenali Gejalanya Sejak Dini
Plak adalah kumpulan protein padat yang dapat menghalangi komunikasi antar neuron.
Pada penyakit Alzheimer stadium lanjut, otak menunjukkan penyusutan yang signifikan.
Perubahan di otak mungkin terjadi satu dekade atau lebih, sebelum gejalanya muncul.
Lebih lanjut dikutip melalui situs alzi.or.id, Demensia terjadi ketika otak mengalami kerusakan karena penyakit, seperti stroke atau penyakit Alzheimer.
Tetapi, belum ada faktor utama yang telah jelas terkait penyebab penyakit Alzheimer.
Beberapa faktor kemungkinan seperti usia, pembawaan genetik, faktor lingkungan, gaya hidup dan kesehatan umum.
Namun, pada beberapa orang, penyakit ini dapat berkembang diam-diam selama bertahun-tahun hingga gejalanya muncul.
***