← Beranda

Peringati Hari Stroke Sedunia, Kemenkes Ajak Masyarakat Aktif Secara Fisik untuk Mencegahnya Sejak Dini

Zulfah Ulyah KartikaSelasa, 31 Oktober 2023 | 03.02 WIB
Kegiatan Peringatan Hari Stroke Sedunia Tahun 2023/ sumber : yankes.kemkes.go.id

JawaPos.com – Melalui Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. Dr Mahar Mardjono Jakarta, Kementerian Kesehatan RI memperingati Hari Stroke Sedunia atau World Stroke Day yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 29 Oktober.

Acara tersebut diselenggarakan atas kerjasama dengan Indonesian Stroke Society dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit stroke. 

Pada acara yang dihadiri oleh ratusan peserta ini, Kemenkes menegaskan kalau stroke dapat dicegah sedini mungkin dengan cara aktif secara fisik.

Baca Juga: Kerap Begadang dan Tidak Berolahraga Bisa Tingkatkan Risiko Terserang Stroke di Usia Muda

Mengingat stroke adalah penyebab disabilitas nomor satu di dunia, serta menjadi nomor dua sebagai penyebab kematian setelah penyakit jantung. Sementara di Indonesia sendiri, stroke adalah penyebab kematian utama.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya, yang membuka acara World Stroke Day 2023.

“Di Indonesia, stroke menjadi penyebab kematian utama. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, prevalensi stroke di Indonesia meningkat dari 7 per 1000 penduduk pada tahun 2013 menjadi 10,9 per 1000 penduduk pada tahun 2018” ungkapnya.  

Baca Juga: RS Premier Surabaya Ajak Masyarakat untuk Mengenal Gejala dan Faktor Pemicu Stroke

Selain itu dari segi pembiayaan, stroke menempati posisi ketiga sebagai penyakit katastropik setelah penyakit jantung dan kanker. Yaitu sebesar 3.23 triliun rupiah di tahun 2022. Dibanding tahun sebelumnya, jumlah tersebut meningkat 1,91 triliun dari 2021.

Menjadi penyakit yang mematikan, stroke sebenarnya dapat dicegah sedini mungkin.

Sekitar 90% kasus stroke yang ada dapat dicegah melalui pengendalian hipertensi, merokok, diet tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, diabetes dan fibrilasi atrium.

Baca Juga: RS Premier Surabaya Ajak Masyarakat untuk Mengenal Gejala dan Faktor Pemicu Stroke

Hal tersebut masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stroke di Indonesia karena berdasarkan Data Riskesdas tahun 2018, pada penduduk usia 5-18 tahun, prevalensi hipertensi sebesar 8,4%, prevalensi diabetes sebesar 10,9%, dan prevalensi kurangnya konsumsi buah sayur mencapai 95,5%.

Melalui acara World Stroke Day, Kementerian Kesehatan berharap acara ini dapat membawa kesadaran pada masyarakat akan pentingnya edukasi tentang penyakit stroke. Pihaknya menyambut baik penyelenggaraan acara ini.

“Momentum ini diharapkan menjadi kesempatan kita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke, mengenali tanda dan gejala stroke, dan pentingnya untuk melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini” ujar Azhar Jaya.

Dirjen Yankes Kemenkes tersebut juga meminta agar media dapat menyebarluaskan informasi sehingga dalam upaya penanggulangan stroke, semakin banyak masyarakat yang teredukasi.

“Hari ini juga menjadi ajang bagi media untuk menyebarluaskan informasi terkait upaya yang telah kita lakukan bersama dalam penanggulangan stroke. Sudah saatnya kita menyatukan kekuatan untuk bersama-sama kalahkan stroke!” tutupnya.

Baca Juga: Waspada! Stroke bukan hanya Ancaman bagi Usia Lanjut, Tetapi juga di Usia Muda

Peserta pada kegiatan Peringatan Hari Stroke Sedunia Tahun 2023 dapat mengikuti kegiatan yang disiapkan seperti senam zumba, sepeda santai, san start run.

Acara lalu dilanjutkan dengan senam stroke, talkshow bersama RS PON dan penyintas stroke, lalu ditutup dengan pembagian doorprize.

Beberapa booth produk dan layanan kesehatan seperti pemeriksaan darah untuk cek kolesterol, gula darah dan asam urat, konsultasi gizi, fisioterapi untuk cek keseimbangan tubuh, hingga penilaian faktor risiko stroke juga hadir di acara ini.

EDITOR: Nicolaus