JawaPos.com - Individu yang hidup dengan diabetes atau memiliki risiko tinggi disarankan untuk mengubah gaya hidup, termasuk makan makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur. Dan diet atau pola makan memainkan peran penting dalam perawatan dan manajemen diabetes.
Membuat pilihan makanan yang lebih sehat dibarengi aktivitas fisik dapat membantu Anda menghindari penambahan berat badan serta mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik. Gaya hidup sehat tidak hanya membantu dalam mengurangi kadar A1C, tetapi juga meningkatkan profil lipid, menurunkan tekanan darah, mengurangi kebutuhan obat-obatan, dan menurunkan risiko onset dan perkembangan penyakit penyerta terkait diabetes.
“Diabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan konsentrasi glukosa darah tinggi yang persisten akibat gangguan sekresi hormon insulin, resistensi terhadap tindakan insulin, atau keduanya. Dengan perubahan gaya hidup dan peningkatan obesitas, prevalensi diabetes telah meningkat di seluruh dunia yang membuktikannya sebagai beban kesehatan masyarakat global," kata Ahli Diet Senior, Rumah Sakit Fortis, Bangalore, Dhivya, dilansir dari Times Now News, Rabu (11/11).
Berikut adalah 5 kunci pola makan terbaik untuk pasien diabetes agar gula darahnya selalu stabil :
1. Pilihan Karbohidrat
Memantau asupan karbohidrat sangat penting dalam mengelola gula darah. Saat memilih makanan berkarbohidrat, pilihlah makanan padat nutrisi dan berserat tinggi seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, dan susu rendah lemak daripada makanan olahan dengan tambahan lemak, gula, dan natrium.
Selain memberi energi, karbohidrat juga memberi rasa kenyang selama 3-4 jam setelah makan. Ini membantu mencegah mengunyah camilan yang tidak sehat. Mengkonsumsi karbohidrat sederhana berupa gula, manisan, manisan, dan minuman berpemanis seperti soft drink, konsentrat jus buah, sirup jagung fruktosa tinggi berbahaya.
2. Makan Protein
Memasukkan makanan tinggi protein dalam makanan membantu memuaskan rasa lapar tanpa banyak berpengaruh pada kadar glukosa darah. Diet tinggi protein juga dapat membantu membangun otot tanpa lemak dan menurunkan berat badan dengan membuat tubuh merasa lebih kenyang dan mencegah makan berlebihan.
3. Pilih Lemak Baik
Jenis lemak yang dikonsumsi lebih penting daripada lemak total karena diabetes memicu penyakit jantung koroner. Asam lemak tak jenuh seperti asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda harus diganti dengan makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans untuk mencegah penyakit jantung. Misalnya gunakan minyak nabati sebagai pengganti mentega, krim, margarin. Lalu mengkonsumsi makanan kaya asam lemak Omega-3 seperti biji rami, biji chia dan ikan seperti salmon, tuna, sarden, dan mackerel.
4. Jangan Lewatkan Jam Makan
Melewatkan jam makan pada penderita diabetes tidak dianjurkan karena dapat menurunkan kadar gula darah. Setelah minum obat atau insulin, melewatkan makan atau menunda makan dapat menyebabkan hipoglikemia. Oleh karena itu, menjaga disiplin dalam pengaturan waktu makan sangatlah penting.
5. Batasi Porsi
Kontrol porsi ditekankan dalam mengelola berat badan serta gula darah dengan lebih baik. Dianjurkan untuk mengonsumsi tiga makanan utama berukuran kecil hingga sedang dengan dua camilan sehat di antaranya. Camilan sehat bisa berupa buah-buahan, salad sayuran dengan kecambah atau kacang-kacangan, kecambah, kacang-kacangan yang direbus dan dilunakkan, putih telur rebus atau rebus, sup. Lalu batasi jumlahnya sesuai arahan dokter atau ahli gizi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=BD0jB5iDidY