← Beranda

Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri, Ini Akibatnya

HusainSelasa, 6 Oktober 2015 | 15.15 WIB
Photo

JawaPos.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak menyita 2.204 dari 55 jenis produk kosmetik ilegal. Kosmetik-kosmetik itu dijual bebas tanpa izin lewat media online.   



 



Sementara kosmetik tersebut mengandung merkuri, bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Kepala BBPOM Pontianak Corry Panjaitan menjelaskan, setiap kosmetik harus tidak boleh mengandung merkuri sedikit pun.



 



Karena menurutnya, selain mengkibatkan kanker kulit, unsur merkuri yang ada di kosmetik akan diserap melalui kulit dan mengendap di dalam ginjal. Jika digunakan dalam jangka panjang, bisa berakibat gagal ginjal yang menyebabkan kematian.



“Merkuri dalam krim pemutih, yang mungkin tidak tercantum pada labelnya dapat menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama,” jelasya.



Merkuri atau air raksa (Hg) merupakan golongan logam berat dengan nomor atom 80 dan berat atom 200,6. Merkuri merupakan unsur yang sangat jarang dalam kerak bumi. Keberadaannya terkonsentrasi pada beberapa daerah vulkanik dan endapan mineral biji dari logam berat.



Merkuri digunakan pada berbagai aplikasi seperti amalgam gigi, sebagai fungisida, dan beberapa penggunaan industri. Termasuk untuk proses penambangan emas.



Menurut Corry, bentuk racun dari air raksa pada proses masuk pada tubuh manusia adalah methyl mercury (CH3Hg+ dan CH3-Hg-CH3) dan garam organik, partikel mercuric khlor (HgCl2).



Methyl mercury dapat dibentuk oleh bakteri pada endapan dan air yang bersifat asam. Ion merkuri anorganik adalah bersifat racun akut. (arf/hsn/JPG)

EDITOR: Husain