← Beranda

Cara Bereaksi Saat Mendapat Kabar Baik Ini Memberi Tahu Anda 6 Hal Ini, Apakah Mereka Benar-Benar Mendukung Menurut Psikologi

Irfan FerdiansyahSelasa, 17 Februari 2026 | 15.35 WIB
seseorang yang gembira setelah menerima kabar baik./Freepik/freepik

JawaPos.com - Ketika Anda menerima kabar baik—naik jabatan, diterima di kampus impian, bisnis berkembang, atau impian pribadi tercapai—reaksi orang lain sering kali berbicara lebih keras daripada ucapan selamat itu sendiri.

Menurut psikologi hubungan, terutama konsep active constructive responding yang diperkenalkan oleh psikolog seperti Shelly Gable, cara seseorang merespons kabar baik

Anda bisa menjadi indikator kuat apakah mereka benar-benar mendukung dan tulus bahagia atas keberhasilan Anda.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (14/2), terdapat 6 hal yang bisa Anda pelajari dari reaksi seseorang saat Anda membagikan kabar baik.

1. Mereka Merayakan dengan Antusias (Bukan Sekadar Formalitas)

Orang yang benar-benar mendukung akan menunjukkan kegembiraan yang nyata. Mereka tersenyum lebar, nada suara meningkat, dan mungkin berkata, “Serius? Ceritakan semuanya!”

Dalam psikologi, ini disebut sebagai respons aktif-konstruktif—respon yang penuh energi dan minat. Mereka tidak hanya mengatakan “selamat ya,” tetapi ikut larut dalam kebahagiaan Anda.

Sebaliknya, jika responsnya datar atau sekadar basa-basi, bisa jadi mereka tidak benar-benar terhubung dengan kebahagiaan Anda.

Maknanya: Dukungan sejati ditandai dengan partisipasi emosional.

2. Mereka Mengajukan Pertanyaan dan Ingin Tahu Detailnya

Orang yang tulus akan ingin tahu lebih banyak. Mereka bertanya:

“Bagaimana prosesnya sampai bisa berhasil?”

“Apa langkah selanjutnya?”

“Kapan kamu mulai?”

Pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan keterlibatan emosional dan ketertarikan yang autentik. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga ingin memahami perjalanan Anda.

Maknanya: Minat terhadap detail adalah tanda mereka menghargai usaha dan proses Anda, bukan hanya hasil akhirnya.

3. Mereka Tidak Mengalihkan Fokus ke Diri Sendiri

Salah satu tanda kurangnya dukungan adalah ketika seseorang langsung membandingkan atau mengalihkan cerita ke dirinya. Misalnya:
“Oh ya, aku juga dulu pernah…”
“Atasanmu masih mending, dulu aku lebih susah…”

Ini disebut respons aktif-destruktif atau pasif-destruktif dalam teori respons interpersonal. Alih-alih memperkuat kebahagiaan Anda, mereka justru menggesernya.

Orang yang mendukung akan membiarkan momen itu menjadi milik Anda.

Maknanya: Dukungan sejati memberi ruang bagi Anda untuk bersinar tanpa merasa terancam.

4. Mereka Tidak Mengecilkan atau Mencari Sisi Negatif

Beberapa orang mungkin berkata:
“Yakin bisa tahan di posisi baru?”
“Wah, tanggung jawabnya pasti berat.”
“Perusahaannya kan terkenal keras.”

Walau terdengar realistis, respons seperti ini bisa meredam kegembiraan Anda. Dalam psikologi, ini disebut dampening response—respon yang tanpa sadar mereduksi emosi positif.

Orang yang benar-benar mendukung akan membantu Anda menikmati momen tersebut sebelum membahas tantangan.

Maknanya: Dukungan berarti memperkuat emosi positif, bukan langsung memadamkannya.

5. Mereka Konsisten Mendukung, Bahkan Setelah Euforia Berlalu

Mudah untuk mengucapkan selamat di awal. Namun orang yang benar-benar mendukung akan tetap hadir setelahnya. Mereka mungkin:

Mengecek kabar Anda beberapa minggu kemudian

Menawarkan bantuan konkret

Memberi dorongan saat Anda menghadapi tantangan baru

Penelitian dalam psikologi positif menunjukkan bahwa hubungan yang sehat tidak hanya diuji saat kesulitan, tetapi juga saat kesuksesan.

Maknanya: Dukungan sejati bersifat berkelanjutan, bukan sesaat.

6. Mereka Merasa Bangga, Bukan Terancam

Kesuksesan Anda kadang menjadi cermin bagi orang lain. Jika seseorang merasa tidak aman, ia mungkin menunjukkan tanda-tanda iri, sinis, atau meremehkan pencapaian Anda.

Namun orang yang benar-benar mendukung akan merasa bangga seolah keberhasilan Anda adalah bagian dari kebahagiaan bersama. Mereka tidak melihat pencapaian Anda sebagai ancaman terhadap harga diri mereka.

Menurut teori perbandingan sosial dari Leon Festinger, manusia secara alami membandingkan diri dengan orang lain. Tetapi individu dengan rasa aman yang tinggi mampu merayakan keberhasilan orang lain tanpa merasa terancam.

Maknanya: Dukungan sejati lahir dari rasa aman dan kepercayaan diri yang sehat.

Mengapa Respons terhadap Kabar Baik Itu Penting?

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa hubungan sering kali lebih dipengaruhi oleh bagaimana pasangan atau teman merespons kabar baik dibandingkan bagaimana mereka mendukung saat masa sulit.

Merespons kabar baik adalah tentang berbagi kebahagiaan—dan kebahagiaan yang dibagikan memperkuat ikatan emosional.

Jika seseorang:

Antusias,

Terlibat,

Tidak iri,

Tidak mengecilkan,

Dan tetap mendukung setelahnya,

kemungkinan besar mereka benar-benar ada di pihak Anda.

Sebaliknya, jika Anda sering merasa harus mengecilkan pencapaian agar tidak membuat mereka tidak nyaman, mungkin ada dinamika yang perlu Anda evaluasi.

Kesimpulan

Cara seseorang bereaksi ketika Anda mendapat kabar baik bukanlah hal sepele. Respons tersebut mengungkapkan banyak hal tentang kedewasaan emosional, rasa aman, dan kualitas hubungan.

Orang yang benar-benar mendukung Anda:

Merayakan tanpa syarat

Mendengarkan dengan tulus

Tidak merasa terancam

Dan tetap hadir dalam perjalanan Anda

Karena pada akhirnya, hubungan yang sehat bukan hanya tentang siapa yang menemani saat Anda jatuh—tetapi juga siapa yang benar-benar bersorak ketika Anda terbang.

EDITOR: Hanny Suwindari