JawaPos.com - Kamu mungkin bakal terkejut saat tahu bahwa overthinking adalah hal yang normal—sesuatu yang alami. Menurut sudut pandang psikologi evolusioner, berpikir secara berlebihan merupakan salah satu warisan purba otak manusia yang bertahan dan berkembang hingga sekarang.
Hal tersebut berkaitan dengan mekanisme threat detection. Di masa lalu, nenek moyang kita hidup di lingkungan yang penuh dengan bahaya yang mengancam nyawa.
Otak pun berevolusi untuk terus memindai lingkungan sekitar, memikirkan skenario terburuk, serta mengingat pengalaman masa lalu demi menghindari kematian.
Baca Juga: 3 Zodiak yang Overthinking Setelah Putus, Membenci Perpisahan Bahkan Ketika Sudah Ada Jarak
Hari ini, kita memang tidak lagi dikejutkan harimau yang menerkam dari balik semak-semak taman kota. Namun insting itu tidak hilang—ia hanya berubah bentuk.
Kini, kita takut mengulangi kesalahan yang sama di kantor karena khawatir dipecat. Atau panik menghadapi isu krisis ekonomi global hingga berbondong-bondong membeli emas.
Masalahnya, overthinking yang berlebihan bisa menjadi gangguan serius. Ia menghambat produktivitas, menguras energi mental, bahkan perlahan mengurangi kemampuan kita untuk menikmati kebahagiaan.
Melansir Your Tango, ada beberapa teknik ala Jepang yang bisa kamu coba untuk menghentikan overthinking. Kalau belum bisa benar-benar berhenti, setidaknya praktik-praktik ini dapat membantu meredakannya.
1. Shouganai
Dalam bahasa Jepang, kata ini berarti “ya sudahlah” atau “tak bisa dihindari”. Mirip banget dengan judul lagu Bondan Prakoso. Shouganai adalah bentuk penerimaan terhadap hal-hal yang berada di luar kendali kita.
Bagaimanapun, hidup memang penuh kejutan—baik yang menyenangkan maupun yang menyebalkan. Satu-satunya hal yang benar-benar bisa kita kendalikan hanyalah cara kita menanggapi semua kejutan itu.
2. Shinrin-yoku
Secara harfiah, shinrin-yoku berarti “mandi hutan”. Ini adalah praktik meditasi dengan cara menghabiskan waktu di alam, khususnya di area hijau seperti hutan.
Teknik ini membantu meredakan overthinking karena memungkinkan pikiran terhubung kembali dengan alam. Kita diajak melepaskan diri dari hiruk-pikuk pikiran dan menemukan ketenangan lewat keindahan alami di sekitar.
3. Nenbutsu
Jika diterjemahkan, nenbutsu berarti “kesadaran akan Buddha”. Tujuan praktik ini adalah mencapai ketenangan batin dan pencerahan.
Meditasi secara mindfulness membantu pikiran hadir sepenuhnya di momen saat ini, menumbuhkan rasa syukur atas apa yang dimiliki, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih bermakna.
4. Zazen
Menurut Dogen Zenji, pendeta Buddha dan pendiri tradisi Soto Zen, zazen berkaitan erat dengan postur tubuh yang holistik. Praktik ini menekankan posisi duduk kekka-fuza atau posisi lotus penuh.
Zazen sedikit berbeda dari meditasi pada umumnya karena fokusnya pada kesadaran penuh terhadap sensasi fisik. Tujuannya adalah menyatu dengan ruang dan waktu tempat tubuh kita berada saat ini.
5. Gaman
Gaman dapat diartikan sebagai kemampuan “menanggung hal-hal yang tampaknya tak tertahankan dengan sabar dan bermartabat”. Praktik ini menuntut pengendalian diri dan disiplin, terutama di masa-masa sulit.
Setiap orang punya masalah dan tantangan masing-masing. Gaman membantu membangun ketahanan mental agar kita tetap bisa bertahan, bahkan ketika hidup terasa paling berat.
6. Wabi-sabi
Menurut Nakamoto Forestry, wabi-sabi adalah praktik menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Ia mengajarkan kita untuk menerima bahwa hidup memang tidak pernah benar-benar rapi dan sempurna.
Prinsip ini sangat membantu mengurangi overthinking yang dipicu oleh perfeksionisme. Dengan wabi-sabi, kita belajar berdamai dengan kekurangan dan berhenti menuntut segalanya harus ideal.
7. Ikebana
Ikebana berarti “memberi kehidupan pada bunga”. Ini adalah seni merangkai bunga khas Jepang yang berakar pada tradisi Buddha dan Tiongkok sejak abad ke-6.
Ikebana menuntut perhatian penuh terhadap detail—mulai dari bunga, batang, hingga daun. Praktik ini kerap dianggap sebagai bentuk meditasi yang menciptakan harmoni, ketenangan, dan keindahan, sekaligus melambangkan hubungan manusia dengan alam.
Itulah beberapa teknik ala Jepang yang bisa kamu coba untuk menghentikan overthinking. Dengan mempraktikkannya secara perlahan dan konsisten, diharapkan pikiran tidak lagi terlalu ruwet dan kamu bisa menjalani hidup dengan lebih tenang.