JawaPos.com - Suasana liburan seperti Natal dan Tahun Baru bisa menjadi pusaran emosi, terutama bagi para introvert.
Psikologi mengatakan bahwa para introvert lebih kesulitan dengan aspek-aspek tertentu dari musim liburan dibandingkan yang lain.
Dilansir geediting, berikut tujuh hal yang paling sulit dihadapi para introvert selama liburan dari sudut pandang psikologi.
Baca Juga: 8 Tanda Kamu Introvert Sejati yang Selama Ini Memaksakan Diri di Momen Liburan
- Bersosialisasi di pesta liburan
Di mata seorang introvert, pesta liburan bisa terasa seperti medan perang.
Menurut psikologi, para introvert mengisi ulang energi mereka dengan menghabiskan waktu sendirian. Tapi musim liburan? biasanya penuh dengan acara sosial.
Obrolan ringan yang terus-menerus, tekanan untuk berbaur menjadi mimpi buruk bagi seorang introvert.
Baca Juga: 7 Tips Jadi Lebih Produktif Sebagai Orang dengan Kepribadian Introvert, Bisa Kamu Terapkan Besok!
- Berbelanja di pusat perbelanjaan yang ramai
Psikologi mengatakan bahwa introvert lebih sensitif terhadap rangsangan eksternal daripada ekstrovert. Ini berarti dirinya mudah kewalahan di lingkungan yang ramai.
Bagi para introvert, berbelanja di mal yang ramai adalah perjuangan besar saat liburan.
- Stimulasi berlebihan dari dekorasi liburan
Lampu-lampu yang berkelap-kelip, warna-warna yang cerah, musik liburan yang terus-menerus terdengar terlalu berlebihan bagi indra seorang introvert.
Studi menunjukkan bahwa para introvert memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap rangsangan sensorik.
Ini berarti bahwa dekorasi liburan yang meriah dan cerah, yang bagi banyak orang terasa meriah dan menyenangkan dapat menjadi berlebihan bagi para introvert.
- Harapan untuk selalu gembira
Meskipun para introvert bisa sama bahagianya seperti orang lain, mereka mungkin tidak mengekspresikannya dengan cara yang terlalu antusias.
Namun, ekspektasi masyarakat selama liburan dapat membuat para introvert merasa seolah-olah mereka harus selalu memancarkan kegembiraan dan keceriaan.
Tekanan untuk tampil seperti itu bisa melelahkan dan bahkan dapat menyebabkan perasaan bersalah jika mereka tidak berada dalam suasana meriah sepanjang waktu.
- Menyeimbangkan waktu pribadi dan kewajiban keluarga
Liburan adalah waktu untuk berkumpul dengan orang-orang terkasih.
Namun bagi para introvert, menemukan keseimbangan yang tepat antara waktu pribadi dan kewajiban keluarga bisa menjadi hal yang sulit.
Ini bukan tentang memilih antara keluarga atau kesendirian, namun menemukan keseimbangan yang memungkinkan dirinya menikmati kebersamaan dengan orang-orang terkasih tanpa merasa terkuras secara emosional.
- Menghadapi pertanyaan tentang kehidupan pribadi
Bagi introvert, pertanyaan pribadi bisa terasa mengganggu. Mereka cenderung menjadi individu yang tertutup, menikmati percakapan yang mendalam dan bermakna daripada obrolan ringan.
Mereka lebih nyaman berbagi detail kehidupan dengan caranya sendiri, bukan di bawah sorotan acara keluarga.
- Mempertahankan tingkat energi
Mempertahankan tingkat energi yang tinggi sepanjang musim liburan adalah perjuangan umum bagi para introvert.
Musim liburan berarti jadwal yang padat dengan pertemuan keluarga, acara sosial, dan berbagai perayaan.
Meskipun hal-hal ini bisa menyenangkan, hal-hal tersebut juga bisa sangat melelahkan bagi para introvert yang mengisi ulang energi mereka melalui waktu sendirian.