JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang tampak tenang dan rapi, tetapi di dalam hatinya, dia menjaga jarak dengan siapapun?
Mereka sopan, cakap, dan mungkin bahkan lucu. Tapi ada sesuatu yang agak tertutup tentang mereka.
Kemungkinannya, mereka tidak tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi kasih sayang atau kehangatan emosional.
Ketika kamu tumbuh tanpa banyak cinta, pujian, atau kasih sayang fisik, hal itu membentukmu.
Bukan secara kasat mata, melainkan dalam pola-pola emosional halus yang terbawa hingga dewasa.
Dilansir dari Geediting, berikut adalah 7 sifat umum yang ditemukan pada orang-orang yang tumbuh dengan sedikit kehangatan emosional dan kasih sayang.
Dengan mengenali sifat-sifat ini bukan berarti menyalahkan masa lalu Anda. Melainkan, memahami bagaimana masa lalu masih memengaruhi masa kini Anda.
1. Terlalu Mengandalkan Kemandirian
Kemandirian adalah sebuah kekuatan. Namun bagi mereka yang tumbuh dengan minim kehangatan, kemandirian seringkali menjadi perisai.
Anda belajar bahwa bergantung pada orang lain akan berujung pada kekecewaan.
Jadi Anda melatih diri untuk melakukan segala sesuatunya sendirian.
Anda meyakinkan diri sendiri bahwa membutuhkan orang lain adalah suatu kelemahan. Hasilnya? Anda menjadi sangat mandiri.
Kamu terbiasa menanggung semua beban sendirian. Kamu jarang meminta bantuan , dan kamu tidak pernah ingin berutang apa pun kepada siapapun.
Manusia diciptakan untuk terhubung. Menolak bantuan tidak membuatmu kuat. Itu membuatmu terisolasi.
2. Sulit Percaya dengan Percintaan
Mungkin kebenaran yang paling sulit dari semuanya. Jika Anda tumbuh tanpa kehangatan, Anda mungkin secara tidak sadar percaya bahwa Anda tidak layak mendapatkan kasih sayang.
Kamu mengatakan pada dirimu sendiri hal-hal seperti, “Aku terlalu berlebihan” atau “Aku tidak membutuhkan siapapun.”
Namun di balik itu semua ada kerinduan terpendam untuk diterima tanpa syarat.
Ketika cinta sejati akhirnya muncul, hal itu bisa terasa menakutkan.
Anda mungkin menyabotase, mengujinya, atau menarik diri hanya untuk menghindari terluka lagi.
Mereka menginginkan cinta lebih dari segalanya, tetapi mereka tidak tahu bagaimana mendapatkannya.
Bukan berarti mereka rusak. Mereka hanya melindungi diri mereka sendiri dengan cara yang mereka tahu.
Penyembuhan dimulai dengan menyadari bahwa nilai Anda tidak terikat pada seberapa banyak kasih sayang yang Anda terima atau tidak terima saat tumbuh dewasa.
3. Sulit Mempercayai Orang Lain
Bila Anda tumbuh tanpa rasa aman secara emosional, kepercayaan tidak akan mudah datang.
Orang-orang ini belajar sejak awal bahwa orang bisa meninggalkan, mengecewakan, atau tidak peduli. Jadi, mereka membangun tembok pelindung.
Mereka menjaga jarak dengan orang lain, bahkan ketika mereka berharap kedekatan yang teramat sangat.
Jika kita menawarkan diri untuk membayar tagihan, dia akan merasa tidak nyaman. Jika kita mencoba membantunya, dia akan bersikeras bahwa dia bisa mengurusnya sendiri.
Hal ini bukan kesombongan. Itu bertahan hidup. Psikolog menyebutnya kemandirian defensif, ini adalah cara melindungi diri dari rasa sakit atau penolakan.
Kepercayaan membutuhkan kerentanan. Dan bagi seseorang yang tumbuh tanpa kasih sayang, kerentanan seringkali terasa seperti bahaya.
4. Sulit Mengekspresikan Emosi
Bila kasih sayang dan ekspresi emosi tidak dicontohkan kepada Anda, Anda tidak akan pernah benar-benar belajar cara melakukannya.
Anda mungkin merasakan emosi yang mendalam tetapi tidak tahu bagaimana mengungkapkannya dengan kata-kata.
Maka kau pun terdiam. Kau pun menutup diri.
Atau lebih buruk lagi, Anda berpura-pura semuanya baik-baik saja padahal tidak. Daniel Goleman, penulis Emotional Intelligence, menjelaskan bahwa kesadaran emosional dipelajari melalui umpan balik emosional yang konsisten selama masa kanak-kanak.
Ketika hal itu hilang, seseorang akan kesulitan mengidentifikasi, memberi label, dan mengatur perasaan mereka di kemudian hari.
5. Mengaitkan Diri dengan Prestasi
Ketika kasih sayang bersifat bersyarat atau tidak konsisten, Anda mungkin belajar bahwa menjadi cukup baik adalah satu-satunya cara untuk dicintai.
Jadi, sebagai orang dewasa, Anda mengejar kesuksesan. Anda bekerja keras, berprestasi, dan terus berusaha mencapai tujuan berikutnya.
Hal ini bukan karena Anda ambisius, tetapi karena jauh di lubuk hati, Anda mencoba membuktikan bahwa Anda layak.
Jika dia berhasil menyelesaikan transaksi besar, dia segera mulai mengkhawatirkan transaksi berikutnya.
Akhirnya, ia mengakui bahwa semasa kecil, orang tuanya jarang memujinya. Satu-satunya saat ia mendapatkan perhatian mereka adalah ketika ia berprestasi. Kondisi seperti itu akan melekat pada diri Anda.
6. Takut Akan Penolakan
Bayangkan tumbuh dewasa tanpa pernah tahu apakah cinta akan datang atau ditarik.
Ia mengkondisikan otak Anda untuk mengantisipasi kehilangan.
Jadi sebagai orang dewasa, bahkan momen-momen kecil ketika hubungan terputus, seperti keterlambatan pesan teks atau nada netral, dapat terasa tak tertahankan.
Ini dikenal sebagai sensitivitas penolakan. Ini adalah pola psikologis di mana orang menjadi sangat waspada terhadap tanda-tanda pengabaian atau kritik.
Anda mungkin terlalu memikirkan setiap interaksi kecil, memutar ulang percakapan di kepala Anda, dan berasumsi Anda melakukan sesuatu yang salah.
7. Sulit Memberi atau Menerima Kasih Sayang
Bagi seseorang yang tidak tumbuh dengan kasih sayang fisik atau verbal, cinta bisa terasa tidak nyaman.
Pelukan mungkin terasa canggung. Pujian mungkin terasa mencurigakan. Bukannya mereka tidak menginginkan kedekatan, tetapi sistem saraf mereka tidak tahu cara berekspresi.
Psikolog mengatakan bahwa sentuhan kasih sayang dan ucapan yang menenangkan di masa kanak-kanak mengatur sistem saraf.
Tanpanya, tubuh mengasosiasikan kedekatan dengan ketidakpastian, bukan rasa aman. Kabar baiknya adalah hal ini dapat berubah.
Semakin banyak pengalaman positif yang Anda miliki dengan orang-orang yang aman, semakin tubuh Anda mempelajari kembali apa rasanya cinta.