← Beranda
8 Kebiasaan Kecil Lansia 70 Tahun Lebih yang Membuktikan Usia Tak Berarti Hidup Harus Melambat
Aunur RahmanSabtu, 25 Oktober 2025 | 01.56 WIB
ilustrasi seorang lansia yang seang tersenyum di rumah./Freepik

JawaPos.com - Melihat lansia berusia di atas 70 tahun berjalan cepat di taman atau mempelajari bahasa baru, menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan.

Keindahan penuaan seringkali tercermin dari tanda-tanda halus, tersembunyi dalam perilaku spesifik yang menunjukkan bahwa bertambahnya usia tidak harus selalu berarti melambat.

Beberapa orang berusia 70-an bahkan menjalani hidup dengan penuh energi seolah tanpa usaha keras, melansir dari Global English Editing Jumat (24/10).

Sikap ini membuktikan bahwa vitalitas dan ketahanan mental yang tinggi dapat menyertai masa emas kehidupan, menginspirasi semua generasi.

Ada delapan perilaku luar biasa yang kerap ditunjukkan oleh lansia aktif, menegaskan bahwa semangat hidup yang tinggi tidak ditentukan oleh angka usia di KTP. Perilaku ini memberi kita pelajaran berharga bahwa pikiran aktif dan kemauan untuk terlibat adalah kunci utama.

1. Mereka Merangkul Teknologi Modern

Meskipun sering dianggap hanya untuk kaum muda, para lansia yang menolak melambat justru berani mempelajari perangkat digital tanpa ragu. Mereka belajar cara melakukan panggilan video dengan cucu, mengikuti berita melalui media sosial, bahkan memulai blog untuk berbagi pengalaman hidup yang berharga. Lansia yang melek teknologi ini membuktikan bahwa usia hanyalah sebuah angka, lalu mereka tidak malu untuk beradaptasi dan terus belajar. Hal ini tidak hanya menjaga mereka tetap terhubung dengan dunia luar, tetapi juga mempertajam kemampuan kognitif otak.

2. Mereka Tetap Menjadi Peserta Aktif dalam Kehidupan

Lansia yang tidak berniat melambat cenderung mengisi jadwal mereka dengan berbagai acara dan kegiatan komunitas setiap hari. Mereka mungkin bangun pagi untuk berkebun, melakukan jalan kaki rutin, menjadi sukarelawan di perpustakaan, atau mengadakan klub buku bulanan. Gaya hidup aktif ini adalah bukti nyata bahwa pola pikir dan kemauan untuk terlibat jauh lebih penting daripada usia itu sendiri dalam menjalani hidup sepenuhnya. Sikap antusias ini menular, mendorong semua orang untuk hidup maksimal terlepas dari usia yang dimiliki.

3. Mereka Menjaga Pola Makan yang Sehat

Orang berusia 70-an yang menolak melambat memahami pentingnya diet seimbang yang memengaruhi tingkat energi dan kesehatan keseluruhan tubuh. Mereka cenderung memilih buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian utuh, serta protein rendah lemak dibandingkan makanan cepat saji yang instan. Pilihan diet seimbang membantu menjaga vitalitas, membuat mereka tetap aktif secara fisik, dan tentu saja pikiran tetap tajam. Tubuh yang sehat terbukti menjadi bahan kunci penting bagi kehidupan aktif dan memuaskan di usia senja.

4. Mereka Memprioritaskan Kesehatan Mental

Menua tidak hanya melibatkan perubahan fisik, tetapi juga penyesuaian emosional dan mental yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Lansia yang enggan melambat memberi perhatian besar pada kesehatan mental mereka, sama seperti mereka menjaga kondisi fisik tubuh setiap hari. Mereka menyibukkan diri dengan aktivitas merangsang pikiran, satu di antara kegiatan itu adalah membaca, menulis, bermain permainan otak, atau melakukan meditasi. Aktivitas tersebut membantu menjaga kemampuan kognitif tetap tajam sambil mengelola tingkat stres secara optimal.

5. Mereka Terus Belajar Hal Baru

Banyak lansia berusia di atas 70-an tetap antusias untuk belajar keterampilan baru, bahkan sering kembali ke sekolah atau mengikuti perkuliahan umum. Rasa haus akan pengetahuan terbukti tidak memudar seiring bertambahnya usia, bahkan mereka punya lebih banyak waktu untuk mengasah kemampuan baru yang mereka inginkan. Mereka menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk pertumbuhan intelektual yang berkelanjutan, mengingatkan kita bahwa proses belajar tidak boleh berhenti kapan pun usia kita. Dengan terus belajar, pikiran mereka tetap aktif dan selalu terlibat dengan hal-hal yang baru.

6. Mereka Meluangkan Waktu untuk Bersantai

Meskipun terlihat selalu aktif, lansia yang menolak melambat memahami perlunya istirahat yang cukup agar energi dan vitalitas mereka selalu terjaga optimal. Mereka mengambil waktu untuk tidur siang, berjalan-jalan santai di taman, atau hanya duduk diam sambil menikmati secangkir teh panas. Periode relaksasi ini tidak berarti mereka melambat, justru hal ini membantu mereka mengisi ulang energi dan tetap aktif untuk jangka waktu yang lebih lama. Pendekatan mereka terhadap relaksasi menunjukkan pelajaran penting tentang keseimbangan hidup, bahwa terkadang kita perlu melambat agar dapat bergerak lebih cepat.

7. Mereka Tetap Aktif Secara Sosial

Lansia yang menolak melambat memahami bahwa interaksi sosial sangat penting untuk kesejahteraan mental dan emosional mereka. Mereka kerap bertemu teman, berpartisipasi dalam acara komunitas, atau menjadi sukarelawan untuk tujuan sosial lokal. Interaksi sosial ini memberikan rasa memiliki dan tujuan hidup, menjauhkan perasaan isolasi atau kesepian yang rentan dialami lansia. Dengan terus aktif bersosialisasi, mereka tidak hanya menjaga kesehatan emosional tetapi juga merangsang kemampuan pikiran secara positif.

8. Mereka Merangkul Masa Kini

Perilaku paling mencolok dari lansia yang menolak melambat adalah kemampuan mereka untuk hidup sepenuhnya dalam momen saat ini tanpa memikirkan masa lalu atau khawatir masa depan. Mereka tidak membiarkan usia atau ekspektasi masyarakat menentukan bagaimana mereka menjalani kehidupan yang tersisa. Sebaliknya, mereka fokus pada saat ini, menghargai setiap hari yang dilewati, serta menikmati kesenangan dari hal-hal sederhana. Rasa kehadiran ini memungkinkan mereka untuk terlibat sepenuhnya dalam hidup, di mana setiap hari menawarkan peluang baru untuk tumbuh dan menikmati.

Lansia yang menolak melambat membuktikan bahwa semangat hidup tidak pernah ditentukan oleh angka usia, melainkan oleh sikap dan tindakan yang diambil setiap hari. Mark Twain pernah berkata, "Usia adalah masalah pikiran di atas materi; jika Anda tidak keberatan, itu tidak menjadi masalah," filosofi yang mereka anut. Menolak melambat bukanlah upaya untuk melawan usia, tetapi tentang menghargai setiap hari dan menjalani kehidupan yang memuaskan secara penuh. Mereka adalah jiwa-jiwa yang memancarkan ketahanan, kepositifan, dan kebijaksanaan yang mampu menginspirasi generasi yang lebih muda untuk bersemangat.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho