← Beranda

Orang-Orang yang Punya Banyak Pengikut di Media Sosial Kerap Menunjukkan 7 Sifat Unik Ini Menurut Psikologi

Irfan FerdiansyahRabu, 1 Oktober 2025 | 02.41 WIB
seseorang yang memiliki pengikut banyak di media sosial./Freepik/freepik

JawaPos.com - Media sosial kini bukan hanya tempat berbagi momen pribadi, tetapi juga panggung besar untuk membangun pengaruh.

Tak heran jika ada sebagian orang yang berhasil mengumpulkan ribuan hingga jutaan pengikut, sementara yang lain masih berkutat dengan lingkaran kecil teman dekat.

Dilansir dari Geediting pada Senin (29/9), fenomena ini tentu menarik perhatian para ahli psikologi, sebab keberhasilan seseorang di dunia maya ternyata tidak lepas dari sifat dan karakter unik yang mereka miliki.

Bukan hanya sekadar tampilan visual atau keberuntungan, tetapi ada pola psikologis yang membedakan mereka yang populer dari yang biasa saja.

Lantas, apa saja sifat unik itu?

Mari kita telusuri satu per satu.

1. Karisma yang Mudah Menular

Orang dengan banyak pengikut umumnya memiliki karisma alami.

Karisma ini bukan berarti harus berpenampilan sempurna, melainkan kemampuan memancarkan energi positif yang membuat orang lain merasa nyaman dan tertarik.

Dari sudut pandang psikologi, ini berkaitan dengan social magnetism, yakni daya tarik interpersonal yang membuat orang lain terdorong untuk mengikuti.

2. Keaslian dalam Menunjukkan Diri

Penelitian menunjukkan bahwa authenticity atau keaslian adalah faktor besar dalam menarik perhatian orang.

Baca Juga: Jika Anda Ingin Signifikan Meningkatkan Keterampilan Sosial Anda, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

Pengikut bisa merasakan apakah seseorang jujur dalam menampilkan dirinya atau hanya berpura-pura.

Influencer sukses biasanya mampu menunjukkan sisi apa adanya—terkadang rapuh, terkadang ceria—yang membuat orang merasa terhubung secara emosional.

3. Konsistensi dalam Berbagi

Sifat lain yang kerap muncul adalah konsistensi.

Dalam psikologi perilaku, otak manusia cenderung menyukai pola dan keteraturan.

Orang yang rutin membagikan konten dengan tema, gaya, atau jadwal tertentu lebih mudah membangun kedekatan emosional dengan audiens.

Inilah sebabnya banyak pengikut merasa “setia” karena sudah terbiasa menantikan konten mereka.

4. Kemampuan Membaca Tren dan Emosi Publik

Individu dengan banyak pengikut sering kali menunjukkan kepekaan sosial yang tinggi.

Mereka mampu membaca tren, memahami isu yang sedang ramai, dan merespons sesuai dengan emosi publik.

Dalam psikologi sosial, ini disebut social attunement—kemampuan menyesuaikan diri dengan suasana hati masyarakat.

5. Rasa Humor yang Menghidupkan Interaksi

Tak bisa dipungkiri, humor adalah salah satu bahasa universal yang mendekatkan orang.

Mereka yang punya banyak pengikut sering kali memiliki gaya humor khas, entah lewat caption, komentar, atau video.

Dari perspektif psikologi positif, humor berfungsi sebagai social glue—perekat yang membuat hubungan antar manusia terasa lebih dekat.

6. Empati yang Membuat Pengikut Merasa Didengar

Mereka yang populer di media sosial umumnya juga punya empati tinggi.

Bukan berarti harus menjawab semua komentar, tetapi sekadar mengakui perasaan audiens, memberikan tanggapan yang hangat, atau membuat konten yang relevan dengan keresahan orang banyak.

Psikologi menyebut ini sebagai empathic engagement, yakni keterlibatan emosional yang menumbuhkan loyalitas.

7. Percaya Diri Namun Tidak Berlebihan

Terakhir, orang yang punya banyak pengikut biasanya menunjukkan percaya diri yang sehat.

Mereka tidak takut tampil di depan publik, menyampaikan opini, atau mengekspresikan diri.

Namun, kepercayaan diri ini tidak menjelma menjadi kesombongan.

Dari sisi psikologi kepribadian, sifat ini terkait dengan self-efficacy—keyakinan pada kemampuan diri tanpa menutup diri terhadap kritik.

Kesimpulan

Memiliki banyak pengikut di media sosial ternyata bukan sekadar soal algoritma atau keberuntungan belaka.

Ada sifat-sifat unik yang membuat mereka berbeda, mulai dari karisma, keaslian, konsistensi, hingga empati.

Semua ini menciptakan kombinasi yang membuat orang lain rela “menekan tombol follow” dan bertahan lama di lingkaran pengaruh mereka.

Pelajaran pentingnya adalah: siapa pun bisa belajar dari sifat-sifat ini, bukan untuk sekadar mencari popularitas, tetapi untuk membangun hubungan yang lebih sehat, autentik, dan bermakna—baik di dunia maya maupun di kehidupan nyata.

EDITOR: Hanny Suwindari