JawaPos.com – Banyak orang punya film atau serial favorit yang ditonton berkali-kali, meski sudah hafal jalan ceritanya.
Mulai dari film romantis, komedi, hingga drama klasik, kebiasaan ini ternyata memiliki dasar psikologis yang menarik untuk diteliti.
Lantas, mengapa seseorang suka menonton film berulang?
Baca Juga: Sering Alami Gigi Ngilu? Hati-Hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Pemicunya
Apa Itu Kebiasaan Rewatching?
Menurut Psychology Today (2022), fenomena menonton film atau serial secara berulang disebut rewatching. Aktivitas ini memberikan pengalaman emosional yang familiar dan dapat memicu rasa nyaman. Tidak jarang, penonton justru merasa lebih tenang karena sudah mengetahui alur cerita yang akan terjadi.
Hal ini berbeda dengan menonton film baru yang memunculkan rasa penasaran sekaligus ketidakpastian. Dengan rewatching, otak manusia terbebas dari rasa tegang sehingga fokus pada aspek emosional yang menyenangkan.
Baca Juga: 8 Kebiasaan yang Membuat Anda Terlihat Tua dari Usia Asli, Apa Saja?
Mengapa Orang Menonton Film Berulang?
Penelitian yang dipublikasikan dalam Psychology Research and Behavior Management Journal (2021) menyebutkan, kecenderungan menonton ulang berhubungan erat dengan karakter kepribadian. Individu dengan tingkat neurotisisme rendah cenderung menikmati rewatching untuk mengulang perasaan positif, sementara individu dengan sifat perfeksionis melakukannya untuk memperhatikan detail yang mungkin terlewat.
Sementara itu, Healthwatch Essex (2023) menemukan bahwa rewatching bisa menjadi strategi psikologis menghadapi stres. Saat hidup terasa kacau, menonton film yang familiar menghadirkan rasa kontrol dan stabilitas. Hal ini sama seperti mendengarkan lagu lama yang membuat hati lebih tenang.
Apa Hubungannya dengan Emosi?
Menurut Psychologs Magazine (2023), film atau serial yang ditonton berulang berfungsi sebagai “teman emosional”. Rewatching membantu otak menstabilkan suasana hati karena penonton tidak lagi fokus pada alur, melainkan pada kenangan emosional yang ditimbulkan.
Contohnya, seseorang yang menonton ulang film komedi bisa mengurangi rasa cemas dan meningkatkan hormon dopamin yang menimbulkan perasaan bahagia. Sedangkan menonton drama romantis bisa menghadirkan kembali rasa nostalgia atau pengalaman personal yang menyenangkan.
Kapan Kebiasaan Ini Jadi Masalah?
Meski memberikan banyak manfaat psikologis, kebiasaan rewatching juga bisa menjadi masalah bila dilakukan berlebihan. Menurut Psychology Today, jika seseorang terlalu sering menonton ulang hingga mengabaikan aktivitas penting lain, hal ini bisa menjadi tanda mekanisme pelarian (escape mechanism). Artinya, individu menggunakan film sebagai cara menghindari realitas atau menolak menghadapi masalah.
Bagaimana Cara Menyikapinya?
Pakar psikologi menyarankan agar kebiasaan menonton ulang tetap dilakukan secara seimbang. Menikmati film favorit bisa menjadi cara yang sehat untuk mengatur emosi, tetapi perlu disadari batasannya. Sesekali menonton film baru tetap penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu dan memperluas wawasan.
Selain itu, menonton film berulang juga bisa dimanfaatkan untuk bonding sosial. Banyak orang memilih menonton ulang bersama keluarga atau teman dekat sebagai cara membangun kedekatan emosional.
Menonton film atau serial berulang kali ternyata bukan sekadar kebiasaan tanpa arti. Dari sisi psikologi, aktivitas ini memberi rasa aman, kenyamanan emosional, dan membantu menghadapi stres. Namun, kebiasaan ini juga perlu dikendalikan agar tidak berubah menjadi pelarian dari masalah nyata.
Pada akhirnya, kunci utamanya ada pada keseimbangan. Menikmati film favorit secara berulang sah-sah saja, asalkan tetap sejalan dengan kehidupan sehari-hari yang produktif dan sehat. Bahkan, pakar psikologi menilai rewatching bisa menjadi strategi self-care sederhana yang murah dan mudah dilakukan kapan saja. Dengan catatan, penonton tetap terbuka untuk hal-hal baru dan tidak sepenuhnya bergantung pada pengalaman lama. Dengan cara itu, film favorit tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga alat positif untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup.