← Beranda

Mau Tahu Kenapa Manusia Sering Galau? Ini Teori Freud yang Bisa Menjelaskan Sifat Asli Manusia!

Oliviea Novrimada ZahraRabu, 27 Agustus 2025 | 17.24 WIB
Ilustrasi pria sedang berpikir. (Freepik)

JawaPos.com – Pernah kebayang, kenapa kita bisa merasa galau tanpa alasan jelas? Kenapa impuls sesaat bisa bertabrakan dengan perasaan bersalah, dan ujung-ujungnya memicu kebimbangan di hati?

Mari menelisik lebih jauh lewat kaca teoritis Sigmund Freud, bapak psikologi modern yang memperkenalkan tiga ‘aktor batin’ penting dalam diri manusia yaitu Id, Ego, dan Superego.

Teori Freud yang Mudah Dicerna

Simply Psychology menjelaskan, menurut Freud, kepribadian manusia bukan satu kesatuan utuh, melainkan perpaduan dinamis dari tiga komponen psikis yang punya tujuan dan karakter berbeda.

Id berarti sumber dari dorongan paling dasar gairah, nafsu, impuls. Ia hidup dalam alam bawah sadar dan hanya peduli pada ‘bahagia sekarang juga’. Ini biasa disebut sebagai prinsip kesenangan (pleasure principle).

Ego adalah penengah di antara realistik dan rasional. Berdasarkan prinsip realitas, Ego meredam Id agar kebutuhan bisa terpenuhi dengan cara yang wajar, tertunda, dan tidak merugikan.

Superego dianggap sebagai pahlawan moral dalam diri kita. Ia menginternalisasi nilai, norma, dan ideal yang ditanamkan orang tua atau masyarakat. Ulah Id yang terlalu bebas bisa membuat Superego merasa bersalah atau malu.

Drama Batin yang Tak Pernah Berhenti

Bayangkan, Id sebagai kuda liar penuh kekuatan. Ego sebagai penunggang yang berusaha mengendalikan. Dan Superego adalah sosok ayah yang duduk di kereta sambil mengkritik setiap langkah penunggang.

Konflik antara ketiganya adalah panggung sehari-hari otak kita.

Simply Psychology menjelaskan ketika Id terlalu dominan, kita mungkin bertindak impulsif dan tanpa pertimbangan. Seperti membeli barang mahal karena ‘ingin sekarang’ tanpa pikir panjang.

Jika Superego mendesak berlebihan, kita bisa jadi terlalu perfeksionis, penuh rasa bersalah, dan sulit memaafkan diri sendiri.

Baca Juga: Karier Anda akan Melesat jika Memiliki Ciri Kepribadian yang Satu ini

Ego yang sehat seharusnya bisa menjaga keseimbangan dan memenuhi kebutuhan dengan realistis, tanpa menindas moral diri atau membiarkan hawa nafsu menguasai.

Menurut Verywell Mind, keseimbangan inilah yang membentuk kepribadian matang dan sehat.

Ketidakseimbangan berpotensi mengundang gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi.

Dalam kehidupan modern, teori Freud masih relevan.

Verywell Mind menyebutkan, Ego yang kuat identik dengan kemampuan menghadapi stres atau tantangan hidup dengan bijak seperti konsep ego strength.

Misalnya ketika kamu galau antara ingin meledak saat ditekan pekerjaan (Id). Di sisi lain, kamu juga takut mengecewakan atasan (Superego).

Ego membantu kamu memilih cara yang tepat seperti mengatur jadwal kerja agar tetap produktif namun tidak stres.

Pada akhirnya, rasa galau bukanlah kelemahan atau sekadar drama batin tanpa sebab. Ia adalah bagian dari mekanisme alami manusia.

Ini menjadi bukti bahwa di dalam diri kita selalu ada tarik-menarik antara Id, Ego, dan Superego.

Justru lewat ‘perang batin’ inilah kita belajar mengenali siapa diri kita sebenarnya, apa yang kita butuhkan, dan bagaimana menyeimbangkan dorongan dengan nilai moral.

Jadi, kalau suatu saat kamu merasa bingung, bimbang, atau terseret dalam galau berkepanjangan, ingatlah bahwa itu bukan hanya perasaan sesaat.

Itu adalah bagian dari perjalanan psikologis yang sudah dijelaskan Freud lebih dari seratus tahun lalu.

Bahkan hingga kini, teori Freud tetap relevan dengan kehidupan modern. Mungkin, galau bukan musuh, melainkan pintu untuk memahami sifat asli manusia. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah