JawaPos.com - Merasa tersisih di sekolah bukanlah hal yang mudah. Orang-orang ini biasanya agak sulit bergaul sehingga semua aktivitas di sekolah dilakukannya seorang diri.
Bahkan mereka tak jarang mengalami kesulitan dalam membentuk kelompok belajar. Waktu makan dan istirahat pun dilakukannya sendirian.
Namun tahukah Anda bahwa kebiasaan tersisih di sekolah ini membentuk Anda dengan cara yang mengejutkan, bahkan banyak di antaranya menjadi lebih baik.
Dikutip dari laman geediting.com, Rabu (21/5), berikut adalah tujuh kekuatan mengejutkan yang sering diperoleh orang-orang yang merasa tersisih di sekolah.
1. Empati yang mendalam
Tumbuh dengan perasaan dikucilkan mengajarkan Anda bagaimana rasanya kesepian secara langsung.
Anda menjadi lebih peka terhadap perasaan orang lain, sering kali menangkap tanda-tanda halus saat orang lain merasa terisolasi atau diabaikan.
Psikolog seperti Dr. Brené Brown telah menunjukkan bahwa empati sangat terkait dengan pengalaman kerentanan kita.
Karena Anda tahu bagaimana rasanya menjadi terasing, Anda sering kali lebih cepat memberikan belas kasihan dan pengertian kepada orang lain.
Dalam arti tertentu, pengalaman masa lalu Anda telah menjadikan Anda seorang pembela bagi mereka yang tertindas.
Anda adalah orang pertama yang mengulurkan tangan, mendengarkan, atau memberikan kata-kata yang menenangkan.
Kekuatan yang tidak hanya memperkaya hubungan Anda tetapi juga memberi Anda kemampuan unik untuk mendukung dan menjunjung orang lain di sekitar Anda.
Baca Juga: Orang yang Tumbuh Sebagai Anak Tunggal Biasanya Mengembangkan 7 Kekuatan Super Tersembunyi ini
2. Ketahanan dalam menghadapi penolakan
Pernahkah Anda menyadari bahwa kemunduran, meskipun mengecewakan, jarang membuat Anda terpuruk lama-lama?
Satu hal tentang seringnya ditinggalkan di sekolah adalah Anda belajar bahwa penolakan bukanlah akhir dunia. Seiring waktu, Anda membangun kekuatan emosional.
Seperti yang ditulis psikolog Angela Duckworth dalam bukunya “Grit,” ketahanan adalah salah satu sifat paling berharga yang dapat dimiliki siapa pun.
Dianggap remeh atau dikesampingkan memaksa Anda untuk beradaptasi, bertahan, dan bangkit kembali dengan lebih kuat.
Pengalaman-pengalaman awal tersebut menjadi tempat pelatihan untuk menghadapi kekecewaan hidup yang tak terelakkan.
3. Kemandirian dan kepercayaan diri
Jika ada satu keuntungan dari tidak bisa menyesuaikan diri dengan kelompok sosial di sekolah, adalah Anda akan cepat belajar untuk mengandalkan diri sendiri.
Tanpa validasi sosial yang konstan, Anda menemukan kekuatan, minat, dan nilai-nilai Anda sendiri tanpa peduli apa yang dipikirkan orang lain. Ada rasa percaya diri yang muncul dari kesadaran bahwa Anda mampu melakukannya sendiri.
Merasa terabaikan mungkin sulit, tetapi jika Anda membiarkannya, itu dapat memberi Anda ruang untuk menjadi diri Anda sendiri.
4. Kreativitas dan pemikiran orisinal
Berbicara mengenai inovasi, pernahkah Anda menyadari bahwa Anda sering melihat sesuatu secara berbeda dari rekan-rekan Anda?
Berada di pinggiran berarti Anda tidak terlalu terpengaruh oleh pemikiran kelompok atau tekanan teman sebaya. Sebaliknya, Anda memiliki ruang untuk mengeksplorasi minat yang unik dan berpikir sendiri.
Pandangan ini sejalan dengan wawasan dari penulis Cal Newport, yang menunjukkan bahwa “dosis kesendirian yang teratur sangat penting bagi fungsi otak yang efektif dan tangguh.”
Merasa tersisih dapat memicu kreativitas, mengarahkan Anda pada ide-ide segar dan solusi yang cenderung diabaikan oleh pemikiran konvensional.
5. Keterampilan observasi yang luar biasa
Berada sedikit jauh dari hiruk pikuk sosial di sekolah akan memberi Anda sudut pandang yang berbeda. Dari keterpinggiran, Anda menjadi pengamat yang ahli.
Mungkin Anda telah mengembangkan kemampuan untuk membaca situasi secara akurat, mengantisipasi masalah, atau memahami dinamika kelompok lebih baik daripada mereka yang terlibat di dalamnya.
Keterampilan observasi ini tidak hanya berguna secara sosial, tetapi juga sangat berharga secara profesional dan pribadi.
Baik dalam menghadapi politik kantor atau memediasi konflik keluarga, sudut pandang orang luar memungkinkan Anda melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat orang lain, memberi Anda keunggulan dalam hal wawasan dan pengambilan keputusan.
6. Keaslian dalam hubungan
Ingatkah Anda saat mencoba menyesuaikan diri dengan berpura-pura menikmati hal-hal yang tidak Anda sukai atau setuju dengan pendapat yang tidak Anda miliki?
Akhirnya, banyak orang yang tumbuh dengan perasaan tersisih menyadari bahwa keaslian lebih penting daripada popularitas.
Anda mungkin menemukan bahwa hubungan yang Anda bangun sekarang, sebagai orang dewasa, adalah hubungan yang tulus dan mendalam.
Keaslian adalah dasar dari hubungan yang bermakna. Pengalaman Anda sebelumnya mengajarkan Anda bahwa berpura-pura tidak sepadan dengan biayanya.
Hasilnya, Anda cenderung mencari, dan membentuk, hubungan yang berlandaskan kejujuran dan rasa saling menghormati.
7. Kekuatan batin dan kesadaran diri
Mungkin kekuatan terbesar yang berkembang dari perasaan ditinggalkan adalah kesadaran diri yang mendalam.
Ketika Anda tidak terus-menerus dikelilingi teman atau mengejar popularitas, Anda secara alami menghabiskan lebih banyak waktu untuk merenungkan siapa Anda dan apa yang penting bagi Anda.
Seperti yang dikatakan filsuf Socrates, “Kenali dirimu sendiri.” Nasihat sederhana namun ampuh ini menggarisbawahi betapa pentingnya kesadaran diri untuk kehidupan yang memuaskan.
Perasaan dikucilkan yang Anda alami di awal kemungkinan mendorong Anda untuk melakukan introspeksi, membantu Anda membangun kekuatan batin yang membimbing Anda melalui suka duka kehidupan dengan kejelasan dan tujuan.