← Beranda

7 Perilaku yang Menunjukkan Kamu Kurang Menerima Kasih Sayang di Masa Kecil, Menurut Psikologi

Lola Amelia Putri YaniJumat, 16 Mei 2025 | 00.38 WIB
Ilustrasi perilaku yang ditunjukkan oleh orang dewasa yang kurang kasih sayang di masa kecil. (Freepik)

JawaPos.com - Ada kaitan erat antara masa kecil dan cara kamu bersikap di usia dewasa. Perilaku-perilaku yang muncul tidak selalu terlihat jelas. Justru, banyak yang muncul dalam bentuk yang sangat halus tapi tetap menjadi penanda bahwa ada kebutuhan emosional yang dulu belum terpenuhi. Ini bukan berarti kamu "rusak" atau "bermasalah". Ini justru pengingat bahwa kamu masih bisa sembuh, tumbuh, dan menemukan kembali koneksi dengan dirimu sendiri maupun orang lain.

Dilansir dari laman Parent From Heart pada (Kamis 15/05), inilah 7 perilaku kecil namun bermakna yang kerap ditunjukkan oleh seseorang yang mungkin kurang menerima kasih sayang saat masih kecil.

1. Kamu Selalu Ingin Diakui atau Disetujui

Kalau kamu merasa sering butuh pengakuan dari orang lain agar merasa cukup, itu bisa jadi salah satu tanda bahwa dulu kamu kurang menerima kasih sayang yang kamu butuhkan. Saat kecil, mungkin kamu sudah berusaha keras untuk mendapatkan perhatian tapi yang kamu terima justru penolakan atau diabaikan.

Akhirnya, saat dewasa, kamu terbiasa mencari validasi dari luar. Bisa lewat perfeksionisme, keinginan untuk selalu jadi "yang terbaik", atau kebiasaan menyenangkan orang lain meski harus mengorbankan diri sendiri. Tapi penting untuk disadari bahwa kamu nggak perlu selalu dapat persetujuan orang lain agar merasa layak. Persetujuan yang paling penting justru datang dari dirimu sendiri.

2. Kamu Sulit Mengekspresikan Perasaan

Jika kamu sering kesulitan menunjukkan emosi, bisa jadi kamu tumbuh di lingkungan yang tidak memberi ruang untuk itu. Mungkin kamu sering mendengar kalimat seperti,"Jangan cengeng", "Tahan air mata itu", atau "Kuat dong, masa gitu aja sedih?"

Efeknya, kamu jadi merasa bahwa menunjukkan emosi itu salah atau memalukan. Padahal, emosi adalah bagian alami dari diri manusia. Menunjukkannya bukan tanda kelemahan, tapi justru bentuk kejujuran dan keberanian.

3. Kamu Takut Dekat dengan Orang Lain (Takut Keintiman)

Pernah merasa ingin dekat dengan seseorang, tapi begitu hubungan terasa semakin dalam, kamu justru menjauh? Ini bisa jadi kamu takut akan keintiman. Dan ketakutan ini sering kali berakar dari pengalaman masa kecil yang kekurangan kasih sayang.

Karena dulu kamu pernah terluka atau ditolak, kamu membangun tembok sebagai bentuk perlindungan. Tapi sayangnya, tembok ini juga menghalangi kasih sayang yang sekarang mungkin sudah siap menghampirimu. Kamu bisa belajar bahwa kedekatan nggak selalu menyakitkan. Justru, itu bisa jadi salah satu hal paling menyembuhkan yang bisa kamu alami.

4. Kamu Cenderung Terlalu Mengejar Prestasi

Apakah kamu merasa harus selalu mencapai sesuatu untuk merasa berharga? Bisa jadi ini adalah bentuk lain dari luka lama yang belum selesai. Banyak orang yang tumbuh tanpa cukup kasih sayang akhirnya mengarahkan kebutuhan emosionalnya ke dalam pencapaian.

Kerja keras dan ambisi itu bagus. Tapi kalau kamu sampai mengorbankan waktu istirahat, kesehatan, atau hubunganmu dengan orang lain demi terus berprestasi, mungkin ini saatnya kamu berhenti sejenak dan bertanya: "Apakah aku sedang mencoba membuktikan sesuatu yang belum aku dapatkan dulu?"

5. Kamu Susah Menerima Pujian

Kalau seseorang memujimu dan kamu langsung menjawab, "Ah, nggak juga," atau buru-buru mengalihkan pembicaraan itu bisa jadi tanda bahwa kamu belum terbiasa menerima penghargaan atas dirimu sendiri. Ini umum terjadi pada orang yang tumbuh tanpa cukup afirmasi positif dari lingkungan sekitarnya.

Dalam dirimu mungkin ada suara kecil yang berkata,
Aku nggak pantas dipuji "atau "Kalau aku terima pujian, nanti malah sakit hati kalau gagal". Tapi kenyataannya, kamu layak dipuji. Kamu boleh merasa bangga atas pencapaianmu. Jangan tolak kebaikan yang datang hanya karena kamu belum terbiasa menerimanya.

6. Kamu Terlalu Sensitif terhadap Kritik

Mungkin kamu pernah merasa sangat terluka hanya karena komentar kecil dari seseorang. Kalau iya, itu bukan karena kamu terlalu "lembek", tapi karena luka emosional dari masa lalu membuatmu lebih rentan terhadap penilaian orang. Saat kamu tumbuh tanpa kasih sayang yang cukup, kritik mudah terasa seperti penolakan total atas dirimu sebagai pribadi.

Padahal, kritik bisa jadi masukan untuk berkembang, bukan serangan terhadap harga dirimu. Semakin kamu belajar menerima dirimu secara utuh, semakin kamu bisa membedakan antara kritik yang membangun dan kata-kata yang memang menyakitkan. Dan kamu akan punya ruang untuk bertumbuh tanpa merasa hancur karena satu komentar negatif.

7. Kamu Sering Mengasingkan Diri

Jika kamu lebih sering menarik diri dari lingkungan atau sulit merasa nyaman di tengah keramaian, bisa jadi itu caramu melindungi diri. Mengisolasi diri bukan berarti kamu tidak suka berteman, tapi mungkin kamu takut disakiti, diabaikan, atau tidak dimengerti. Kesepian bukan cuma tentang tidak ada orang di sekitar.

Tapi juga tentang tidak merasa bisa membagikan isi hatimu. Kamu mungkin sudah terlalu sering merasa tidak didengar, hingga akhirnya memilih diam dan menjauh. Tapi kamu tidak sendirian. Pelan-pelan, kamu bisa membangun kembali kepercayaan untuk membuka diri. diluar sana selalu ada orang yang mau mendengarkan dan memahami, jika kamu berani memberi mereka kesempatan. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah