← Beranda

8 Alasan Dia Menjauh darimu Padahal Sebenarnya Dia Mencintaimu, Menurut Psikologi

Silvia SulistiaraRabu, 14 Mei 2025 | 07.13 WIB
Ilustrasi seseorang yang menjauh padahal mencintai. (Freepik)

JawaPos.com - Terkadang, seseorang yang mencintai justru memilih untuk menjauh. Ia menunjukkan perhatian dan rasa sayang, tetapi di saat bersamaan seperti berusaha menjaga jarak. Situasi semacam ini bisa menimbulkan kebingungan. Perasaan yang hangat tidak selalu sejalan dengan perilaku yang ditunjukkan.

Psikologi menunjukkan bahwa perilaku menjauh meski mencintai bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor emosional dan psikologis. Mengetahui alasannya dapat membantu memahami dan menghadapi dinamika dalam hubungan.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (13/5), berikut delapan alasan mengapa seseorang bisa menjauh dari orang yang dicintainya, menurut pandangan psikologis.

1. Takut Terluka

Rasa takut akan kerentanan sering menjadi penyebab utama seseorang menjaga jarak, meski memiliki perasaan yang dalam. Pengalaman masa lalu yang menyakitkan dapat meninggalkan luka emosional yang membuatnya khawatir akan kembali terluka jika membuka hati terlalu jauh.

Untuk itu, menjaga jarak menjadi bentuk perlindungan diri. Bukan karena tidak mencintai, tetapi karena ingin mencegah potensi sakit hati yang pernah dialami sebelumnya.

2. Takut Kehilangan Diri Sendiri

Ketakutan akan komitmen tidak selalu berarti enggan terikat. Dalam banyak kasus, itu berasal dari rasa takut kehilangan jati diri. Ada kekhawatiran bahwa hubungan yang serius akan mengurangi kebebasan pribadi atau bahkan menghapus identitas diri yang telah dibangun.

Rasa sayang tetap ada, tetapi demi mempertahankan ruang pribadinya, seseorang bisa mengambil jarak sebagai bentuk pertahanan diri.

3. Takut Akan Perubahan

Perubahan dalam hidup, termasuk memulai atau memperdalam hubungan, bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Otak manusia cenderung memilih rutinitas yang dapat diprediksi.

Hubungan baru membawa banyak kemungkinan yang belum diketahui. Meskipun berpotensi membawa kebahagiaan, ketidakpastian ini dapat memunculkan rasa takut.

Seseorang mungkin menjauh karena merasa hidupnya akan berubah drastis jika terlalu larut dalam hubungan. Keinginan untuk tetap berada di zona nyaman menjadi pemicu perilaku ini.

4. Merasa Tidak Pantas Dicintai

Rasa tidak percaya diri dan harga diri yang rendah bisa membuat seseorang mempertanyakan mengapa ada yang mau bersamanya. Ia mungkin merasa tidak cukup baik, tidak cukup menarik, atau tidak cukup pintar, dan karena itu menganggap dirinya tidak layak dicintai.

Dalam situasi seperti ini, menjaga jarak dianggap lebih aman daripada menghadapi kemungkinan ditolak atau ditinggalkan di kemudian hari.

5. Luka Emosional yang Belum Sembuh

Trauma masa lalu bisa meninggalkan luka yang belum sepenuhnya pulih. Ini membuat seseorang sulit mempercayai cinta yang datang di masa kini. Meski tidak ada ancaman nyata, bayangan masa lalu membuatnya ragu untuk membuka hati kembali. Ia takut rasa cinta akan berujung pada rasa sakit yang sama.

Seseorang dengan luka seperti ini membutuhkan waktu dan dukungan. Kadang juga perlu bantuan profesional untuk benar-benar bisa pulih dan menerima cinta yang baru.

6. Takut Mengulang Kesalahan

Pernah gagal dalam hubungan bisa memunculkan ketakutan untuk mengulangi kesalahan yang sama. Akibatnya, seseorang menjadi lebih waspada atau bahkan terlalu berhati-hati. Alih-alih membangun hubungan baru, ia memilih untuk menjaga jarak sebagai bentuk perlindungan terhadap kemungkinan kegagalan yang sama.

Ia mungkin berpikir bahwa dengan menjauh, dirinya dan pasangan bisa terhindar dari rasa sakit di kemudian hari, meski kenyataannya itu hanya memperpanjang ketidakpastian.

7. Takut Kehilangan Kendali

Dalam hubungan, terkadang seseorang harus berbagi keputusan, kompromi, dan memikirkan kebutuhan pasangan. Hal ini bisa terasa seperti kehilangan kendali atas hidup sendiri.

Sebagian orang merasa cemas jika harus bergantung pada orang lain atau jika harus mengorbankan kebebasan pribadi mereka dalam hubungan. Karena itu, menjauh menjadi caranya untuk mempertahankan kendali dan kemandirian, meskipun sebenarnya ada rasa cinta yang kuat.

8. Takut pada Ketidakpastian

Cinta adalah perjalanan yang penuh kejutan dan ketidakpastian. Tidak semua orang siap menghadapi ketidakterdugaan yang bisa muncul di sepanjang perjalanan tersebut.

Ketika dihadapkan pada hubungan yang serius, seseorang bisa merasa takut karena tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Rasa takut terhadap hal yang belum diketahui ini dapat membuatnya memilih untuk menarik diri, bahkan saat perasaan terhadap pasangan masih sangat besar.

Setiap orang membawa bagasi emosional dan pengalaman yang membentuk sikap serta respons mereka dalam hubungan. Memahami alasan di balik sikap menjauh seseorang bisa membuka ruang untuk empati, bukan asumsi atau penilaian sepihak.

Bisa jadi, dia tidak menjauh karena tidak mencintai, tetapi justru karena rasa cintanya besar dan ia belum tahu bagaimana cara mengelolanya.

Ketika seseorang mampu memahami ketakutan pasangannya, hubungan pun bisa tumbuh lebih sehat dan saling mendukung. Cinta sejati bukan hanya tentang kedekatan, tetapi juga keberanian untuk menghadapi ketakutan bersama.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho