JawaPos.com - Pernahkah kamu mendapati dirimu menangis tersedu saat menonton adegan film yang mengharukan, lalu menyadari orang lain hanya menitikkan air mata sedikit saja?
Hal ini mungkin membuat kamu bertanya-tanya, "Apa aku terlalu sensitif? Kenapa aku baperan banget?" Nyatanya, menangis saat menyaksikan cerita fiksi bukan sekadar soal gampang terharu. Terkadang, itu justru mencerminkan sisi kepribadian yang dalam dan berharga.
Pasti merasa lega setelah menangis karena film, seolah-olah semua emosi yang tersumbat akhirnya menemukan jalan keluar. Dan menurut para ahli psikologi, menangis karena fiksi lebih dari sekadar perasaan yang mendalam.
Dilansir dari laman DMNews pada Selasa (06/05), berikut ini adalah 7 karakteristik yang sering dimiliki oleh orang-orang yang tak bisa menonton film mengharukan tanpa meraih tisu.
1. Mereka Punya Empati Bawaan yang Tinggi
Biasanya, mereka yang menangis saat menonton film sedih atau menyentuh adalah orang-orang dengan empati tinggi, cenderung neurotik, atau bahkan ekstrovert. Kalau kamu sering merasa seolah ikut merasakan penderitaan atau kebahagiaan karakter di layar, kemungkinan besar kamu punya kemampuan empati yang mendalam.
Empati bukan hanya memahami perasaan orang lain, kadang kamu ikut merasakannya. Kelebihan ini membuat kamu lebih peka terhadap emosi orang lain, tapi juga membuat kamu lebih mudah menangis saat menyaksikan adegan yang menyayat hati.
2. Mereka Cenderung Ekspresif secara Emosional
Jika kamu termasuk orang yang tertawa lepas saat bahagia, berbicara dengan penuh semangat, dan tidak ragu menunjukkan kekecewaan atau kemarahan, wajar jika kamu juga mudah menangis saat menonton film menyentuh.
Ekspresi emosional tidak harus selalu terlihat di keramaian. Bahkan introvert pun bisa jadi sangat ekspresif dalam ruang privat seperti ruang tamu saat menonton film. Orang-orang seperti ini biasanya terbuka dengan perasaan mereka. Mereka tidak menahan emosi, dan ini justru membuat mereka tampak jujur dan bisa dipercaya.
3. Mereka Mudah Larut dalam Cerita
Ada orang yang bisa menonton film tanpa terlalu terpengaruh, dan ada pula yang langsung tenggelam dalam cerita sejak awal film diputar. Jika kamu sering lupa waktu saat menonton film, tidak sadar ada notifikasi di ponsel, atau begitu fokus hingga tidak peduli dengan sekitar, itu tanda bahwa kamu sangat mudah terbawa dalam alur cerita.
Semakin kuat keterlibatan emosional Anda dalam cerita, semakin besar kemungkinan Anda menangis saat menghadapi adegan yang menyentuh.
4. Mereka Memiliki Respons Emosional yang Lebih Intens
Selain faktor psikologis, menangis karena cerita fiksi juga ada kaitannya dengan cara kerja otak kamu. Beberapa orang memang punya sistem saraf yang lebih sensitif terhadap rangsangan emosional. Ketika mereka menonton adegan sedih atau bahagia, bagian otak yang mengatur empati dan emosi bekerja lebih aktif.
Inilah mengapa kamu bisa merasa seolah-olah ikut patah hati, tertawa terbahak-bahak, atau bahkan tegang saat menonton adegan dramatis. Hidup, baik yang nyata maupun fiksi menjadi lebih berwarna bagi kamu. Namun, kepekaan ini juga bisa melelahkan secara emosional, terutama setelah menonton film yang sangat menguras perasaan.
5. Mereka Nyaman dengan Kerentanan
Menangis di depan orang lain bukan hal mudah bagi semua orang. Banyak yang menganggapnya sebagai kelemahan atau sesuatu yang harus disembunyikan. Tapi jika kamu tidak sungkan menitikkan air mata saat menonton film, apalagi di tengah orang lain, itu berarti kamu cukup nyaman dengan sisi rapuh kamu.
Faktanya, keberanian untuk terbuka dan menunjukkan emosi justru bisa mempererat hubungan. Teman atau pasangan bisa melihat kamu sebagai pribadi yang jujur secara emosional dan itu adalah kualitas yang jarang.
6. Mereka Menggunakan Fiksi sebagai Jalan Keluar Emosional
Bagi sebagian orang, menangis karena film adalah bentuk 'katarsis' cara untuk melepaskan tekanan dan emosi yang tak terungkap dalam kehidupan nyata. Film menyentuh bisa menjadi cara aman dan sehat untuk menangis tanpa harus mengalami kejadian buruk secara langsung.
Beberapa orang bahkan sengaja menonton film sedih ketika mereka merasa stres atau terbebani, karena mereka tahu itu akan membantu mereka merasa lebih lega setelahnya. Emosi yang tertahan seolah menemukan saluran untuk mengalir, dan setelahnya, kamu bisa merasa lebih ringan.
7. Mereka Mendambakan Pengalaman Emosional Bersama
Kadang, kamu tidak hanya ingin menangis sendiri, kamu juga ingin orang lain ikut merasakannya. Entah itu mengajak sahabat menonton film menyedihkan agar bisa menangis bersama, atau berdiskusi penuh semangat tentang adegan yang menyentuh, hal itu menunjukkan bahwa kamu ingin merasakan kedekatan melalui emosi bersama.
Ketika dua orang menangis pada adegan yang sama, itu bisa menciptakan ikatan batin yang dalam, bahkan jika kehidupan sehari-hari kalian sangat berbeda. Dalam dunia yang semakin individualistis, pengalaman emosional korektif seperti ini bisa menjadi pengingat bahwa kita tidak sendirian.