JawaPos.com - Ada orang yang serius, orang-orang yang menganggap semua pesan, baik teks maupun emoji memiliki makna tersembunyi, ada juga orang yang santai, orang-orang yang tidak ambil pusing dengan emoji atau pesan yang mereka terima.
Beberapa orang tampaknya tidak dapat menahan diri untuk menganalisis setiap pesan teks yang mereka terima. Mereka akan membedah setiap kata, setiap tanda baca, bahkan ekspresi wajah pada emoji yang diterimanya.
Mereka adalah orang-orang yang merasa bahwa ada makna lain di balik emoji mengedip, meskipun logika mengatakan sebaliknya. Dilansir dari Geediting, inilah delapan ciri orang-orang yang sering membaca terlalu lama teks dan emoji, bahkan jika hal itu akan membuat kepalanya pusing.
1. Terobsesi dengan detail
Kita semua mungkin pernah mengalaminya. Anda menerima pesan teks yang juga berisi emoji, dan Anda tidak dapat menahan diri untuk tidak membaca setiap detailnya. Setiap kata diteliti dengan seksama, setiap tanda baca diperhatikan dengan seksama, dan setiap emoji yang ada.
Wajah tersenyum yang sederhana mungkin akan tampak tidak berbahaya bagi orang lain, tetapi bagi sebagian orang, ini adalah teka-teki yang menunggu untuk dipecahkan.
Ini bukan sekadar rasa ingin tahu atau kejelian terhadap detail. Ini tentang obsesi terhadap detail yang mungkin diabaikan banyak orang, obsesi yang terkadang dapat menyebabkan stres dan kecemasan yang tidak perlu.
2. Menganalisis waktu respon secara berlebihan
Begini gambarannya: Anda mengirimkan pesan teks. Tidak ada yang istimewa, namun butuh waktu lama untuk menerima respon atau balasan dari pesan tersebut. Menit demi menit berlalu tanpa respon, ini bukan hanya tentang ketidaksabaran.
Anda mulai berasumsi dan mempertanyakan segalanya. Kenyataannya mungkin orang lain sedang sibuk atau tidak menggunakan ponselnya. Namun, pikiran Anda tidak menerima penjelasan sederhana ini.
Analisis berlebihan terhadap waktu respon yang konstan ini merupakan ciri lain dari membaca terlalu banyak teks dan emoji. Hal ini dapat mengubah interaksi yang paling mudah sekalipun menjadi teka-teki rumit di kepala kita.
3. Mengkhawatirkan hal-hal remeh
Kita semua memiliki kecenderungan untuk mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi atau mungkin tidak akan pernah terjadi. Namun, dalam hal menafsirkan teks dan emoji, sifat ini berada pada level yang sama sekali berbeda.
Misalnya ketika Anda menerima pesan teks dengan tanda titik di bagian akhir. Bagi kebanyakan orang, itu hanya tata bahasa yang benar. Namun bagi Anda, itu bisa berarti kemarahan atau kekesalan atau bagaimana dengan pesan teks "ok" yang terkenal itu?
Alih-alih menerimanya begitu saja, Anda mungkin menganggapnya sebagai agresif-pasif atau bahkan bermusuhan. Tidak selalu sedramatis itu. Seperti Anda mungkin menganggap emoji biasa terlalu serius dan meyakini ada nada sarkasme atau ironi padahal tidak ada.
Itu seperti membesar-besarkan masalah kecil, mengubah teks atau emoji sederhana menjadi masalah yang jauh lebih besar dari seharusnya.
4. Tidak dapat melupakan pesan
Sebuah studi oleh Universitas Brigham Young menemukan bahwa orang sering salah mengartikan pesan teks, terutama dalam hal sarkasme dan keseriusan. Kesalahpahaman ini dapat menimbulkan ketegangan dan konflik yang tidak perlu.
Namun bagi mereka yang terlalu banyak membaca setiap teks dan emoji, salah tafsir ini bukanlah hal yang hanya terjadi sekali. Ini adalah pola yang berulang.
Anda menerima pesan, dan pesan itu melekat dalam ingatan Anda. Anda merenungkannya, memikirkannya ke sana kemari, mencoba mengartikan apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh pengirim pesan.
Anda bahkan mungkin akan mengemukakannya dalam pembicaraan di masa mendatang, karena tidak dapat melupakan satu pesan yang tidak mengenakkan itu.
5. Mencari validasi dari orang lain
Anda menerima pesan teks atau emoji, dan alih-alih menafsirkannya sendiri atau menerima begitu saja, Anda mengambil tangkapan layar dan mengirimkannya ke teman-teman Anda, sambil menanyakan menurut mereka apa artinya. Ini bukan berarti ketergantungan.
Kadang-kadang, ini hanya tentang ingin memastikan Anda bukan satu-satunya yang melihat makna tersembunyi atau subteks dalam teks atau emoji tertentu.
Tetapi ketika Anda mendapati diri Anda terus-menerus mencari validasi atau kepastian dari orang lain tentang interpretasi Anda, itu pertanda jelas bahwa Anda terlalu banyak berpikir.
6. Cemas terhadap nada teks
Orang yang terlalu banyak berpikir ketika menerima pesan sering kali mengalami kecemasan terhadap nada yang dipersepsikan dalam sebuah teks atau emoji. Anda menerima pesan, dan alih-alih berfokus pada isinya, Anda justru berfokus pada nadanya.
Apakah tanda seru itu benar-benar diperlukan? Apakah pengirimnya sedang marah, gembira, atau sekadar bersikap formal? Ini bukan berarti mereka selalu menjadi orang yang sensitif.
Kadang-kadang itu hanya tentang keinginan untuk memahami emosi dan niat pengirim secara akurat. Akan tetapi, bila sekadar memikirkan untuk mengartikan nada suatu teks atau emoji saja sudah membuat Anda cemas, jelaslah Anda terlalu banyak menafsirkannya.
7. Memprediksi percakapan di masa depan
Ciri lain yang jelas dari terlalu banyak membaca setiap teks dan emoji adalah kebiasaan memprediksi percakapan di masa mendatang berdasarkan percakapan saat ini.
Anda menerima pesan teks atau emoji, dan alih-alih sekadar menanggapinya, Anda mulai membayangkan percakapan selanjutnya di kepala Anda. Bagaimana mereka akan menanggapi tanggapan Anda? Bagaimana jika mereka salah mengartikan kata-kata atau emoji Anda?
Ini bukan berarti mereka merasa takut. Terkadang, ini hanya tentang perencanaan ke depan atau upaya menghindari kesalahpahaman yang mungkin terjadi.
Namun, jika Anda terus-menerus memprediksi dan mengkhawatirkan percakapan di masa mendatang, itu pertanda bahwa Anda terlalu memperumit keadaan.
8. Kehilangan waktu tidur
Seseorang yang terlalu banyak membaca setiap teks dan emoji mungkin akan kehilangan tidur karenanya.Anda menerima pesan teks atau emoji di tengah malam, dan alih-alih meletakkan ponsel dan beristirahat sejenak, Anda malah menatap layar, mencoba memahami maknanya.
Terkadang, yang Anda inginkan hanyalah merespons dengan cepat atau akurat. Namun, saat Anda mendapati diri Anda kehilangan waktu tidur yang berharga karena pesan teks atau emoji, jelas bahwa Anda bertindak terlalu jauh.
Kebiasaan ini tidak hanya memengaruhi kesehatan Anda, tetapi juga produktivitas dan kualitas hidup Anda secara keseluruhan. Penting untuk diingat bahwa meskipun komunikasi adalah kunci, hal itu tidak boleh mengorbankan kesejahteraan Anda.