JawaPos.com – Sebagai seseorang sangat mudah untuk mudah untuk melihat solusi bagi masalah orang lain, namun jauh lebih menantang untuk menerapkan solusi yang sama dalam kehidupan Anda sendiri.
Jika Anda pernah merasa bahwa nasihat Anda mengubah kehidupan orang lain sementara perjuangan Anda sendiri terus berlanjut, Anda tidak sendirian. Menurut psikologi, paradoks ini berasal dari perbedaan perspektif dan keterikatan emosional.
Berikut 5 tanda seseorang yang pandai dalam memberikan saran namun sulit diterapkan terhadap diri sendiri. Seperti dilansir dari laman Hack Spirit.
Baca Juga: 6 Karakter Orang yang Lebih Memilih Naik-Turun Lewat Tangga daripada Lift
- Guru yang bisa diandalkan
Hal pertama yang terpenting adalah Anda termasuk orang yang dituju saat mereka membutuhkan sedikit kebijaksanaan.
Teman, keluarga, kolega, bahkan kenalan biasa tampaknya tertarik kepada Anda saat mereka membutuhkan bimbingan. Anda dapat menyingkirkan kebisingan dan menawarkan solusi yang jelas dan praktis.
Tetapi lucunya, ketika menyangkut kehidupan Anda sendiri, kejelasan itu tampaknya lenyap seperti kabut pagi. Anda merasa bingung, tidak yakin, dan menebak-nebak. Menerapkan saran Anda sendiri rasanya seperti mencoba menangkap awan.
Baca Juga: Wanita Berkelas Memiliki 5 Kebiasaan Berikut hingga Sering Menjadi Diri Sendiri
- Lebih mudah dalam menyampaikan daripada bertindak
Kita semua pernah mendengar pepatah lama ini, dan pepatah ini mengandung banyak kebenaran. Anda mungkin terampil dalam menyampaikan nasihat yang bijaksana kepada orang lain, tetapi ketika tiba saatnya menerapkan strategi yang sama ke dalam kehidupan Anda sendiri, segala sesuatunya cenderung berantakan.
Ada beberapa ilmu yang menjelaskannya, ditemukan bahwa orang sering kali lebih kreatif saat mereka berpikir untuk memecahkan masalah orang lain dibandingkan dengan masalah mereka sendiri.
Tampaknya kita begitu terjebak dalam emosi dan bias pribadi kita sehingga kita kesulitan menerapkan tingkat pemikiran jernih yang sama terhadap masalah kita sendiri. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.
Itu kecenderungan umum manusia, dan tanda nomor tiga adalah Anda lebih pandai menasihati orang lain daripada menerapkan kebijaksanaan itu dalam hidup Anda sendiri.
- Sebagai pendengar yang baik namun sulit melakukan refleksi diri
Mendengarkan adalah seni, dan jika Anda adalah guru pemberi nasihat di antara teman-teman Anda, kemungkinan besar Anda telah menguasainya. Anda sabar, berempati, dan tahu kapan harus memberikan kata-kata yang tepat.
Namun, bila menyangkut kehidupan Anda sendiri, Anda mungkin menemukan bahwa refleksi diri merupakan tantangan yang jauh lebih besar. Sangat mudah untuk terjebak dalam pusaran pikiran dan emosi kita sendiri, sehingga sulit untuk mundur dan menilai situasi kita sendiri secara objektif.
Kesenjangan antara mendengarkan orang lain dan merenungkan diri sendiri merupakan tanda lain bahwa Anda mungkin hebat dalam memberi nasihat, tetapi kesulitan menerima nasihat Anda sendiri.
- Mudah memberi saran namun sulit memberikan keputusan
Anda adalah sumber kebijaksanaan dalam hal membimbing orang lain mengatasi masalah mereka. Namun saat tiba waktunya mengambil keputusan dalam hidup Anda, Anda merasa ragu-ragu, merasa buntu, dan berharap orang lainlah yang mengambil keputusan.
Sebenarnya, jauh lebih mudah untuk melihat jalan dari luar jika melihat ke dalam. Perjuangan dalam membuat keputusan sembari menjadi pemberi nasihat yang hebat adalah tanda lain bahwa Anda mungkin hebat dalam membimbing orang lain tetapi merasa sulit dalam menjalani hidup Anda sendiri.
Namun ingat, meminta saran juga tidak apa-apa. Terkadang, perspektif luar dapat membantu menjernihkan kebingungan dan menuntun kita menuju keputusan yang tepat.
- Memahami segala prosesnya namun sulit dalam menerapkan langkah-langkahya
Anda dapat memetakan perjalanan orang lain dengan mudah, memberi penerangan tentang jalan yang harus mereka tempuh, tetapi jika menyangkut perjalanan Anda sendiri, Anda menemukan diri Anda tersandung pada langkah-langkahnya.
Anda lihat, memahami gambaran yang lebih luas dan mengetahui apa yang perlu dilakukan adalah satu hal. Akan tetapi, menguraikannya menjadi langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti dan benar-benar mengambil langkah-langkah tersebut adalah hal yang berbeda.
Mudah untuk menyuruh seseorang pindah pekerjaan jika mereka tidak bahagia, tetapi proses mencari pekerjaan, wawancara, dan transisi cukup menakutkan saat tiba giliran Anda.
Jika Anda kesulitan menempuh jalan yang mudah Anda tentukan bagi orang lain, janganlah terlalu keras pada diri sendiri. Mengenali paradoks ini adalah langkah pertama untuk mengatasinya.