← Beranda

Jarang Dipeluk Saat Kecil? Ini 7 Pola Emosi yang Bisa Muncul dalam Hubungan Saat Anda Dewasa

Vindi Rayinda AyudyaJumat, 11 April 2025 | 22.19 WIB
Ilustrasi orang yang sedang dipeluk. (Freepik)

 

JawaPos.Com - Kehangatan sebuah pelukan di masa kecil mungkin terdengar seperti hal kecil yang sepele. 

Namun kenyataannya, sentuhan sederhana ini membawa pengaruh luar biasa dalam membentuk pola emosi kita saat dewasa. 

Banyak orang mungkin tidak menyadari betapa kekurangan kasih sayang fisik di masa kanak-kanak meninggalkan jejak mendalam dalam cara mereka mencintai, mempercayai, dan terhubung dengan orang lain. 

Terkadang, luka emosional yang berasal dari masa lalu ini tak terlihat di permukaan. 

Kita tumbuh besar, menjalani kehidupan seperti biasa, tetapi tanpa disadari, hubungan yang kita jalani penuh dengan kecanggungan dalam menunjukkan kasih sayang, perasaan waspada yang berlebihan, hingga kesulitan mengungkapkan kebutuhan emosional yang paling mendasar. 

Jika Anda pernah merasa ada ruang kosong dalam hubungan Anda, yang sulit dijelaskan dengan logika, mungkin inilah saatnya untuk menengok kembali akar emosional dari masa kecil. 

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh pola emosi yang sering muncul dalam hubungan dewasa bagi mereka yang jarang mendapatkan pelukan atau kehangatan kasih sayang saat masih kecil. 

Bukan untuk menyalahkan masa lalu, tetapi untuk lebih memahami diri sendiri, sehingga bisa membangun koneksi yang lebih sehat dan tulus dengan orang yang kita cintai.

1. Merasa Canggung Saat Menerima atau Memberi Sentuhan

Pernah merasa kaku atau kikuk saat pasangan tiba-tiba menggenggam tanganmu di tempat umum? 

Atau bingung harus bereaksi bagaimana saat seseorang memelukmu dalam momen emosional?

Bagi orang yang tumbuh tanpa pelukan, sentuhan bisa terasa seperti wilayah asing. 

Tubuh mereka mungkin belum sepenuhnya terlatih untuk mengenali sentuhan sebagai bentuk kasih sayang. 

Bukannya menolak, tapi mereka bisa merasa tegang atau bahkan sedikit terancam. Seolah alarm kewaspadaan emosional langsung menyala.

Dalam hubungan, ini bisa menjadi sumber salah paham. Pasangan mungkin merasa ditolak atau tidak dicintai, padahal sebenarnya, tubuh dan hati mereka hanya belum terbiasa menerima bentuk cinta dalam wujud fisik.

Ini bukan masalah perasaan, melainkan masalah kebiasaan yang terbentuk sejak kecil.

2. Terlalu Mandiri dan Enggan Mengandalkan Orang Lain

Kemandirian sering kali dipuji sebagai kelebihan. Namun, kemandirian yang lahir dari kebutuhan untuk bertahan hidup secara emosional bisa menjadi dinding yang menghalangi kedekatan sejati.

Orang yang jarang mendapat pelukan biasanya belajar sejak dini bahwa mereka harus mengurus dirinya sendiri. 

Tak ada tangan yang menenangkan di saat takut, tak ada pelukan saat sedih. 

Maka saat dewasa, mereka pun terbiasa menyimpan perasaan sendiri, menolak bantuan, dan enggan bersandar pada siapa pun.

Dalam hubungan, ini bisa membuat pasangan merasa tidak dibutuhkan, atau seolah-olah ada tembok yang tak bisa ditembus. 

Padahal, mereka hanya belum belajar bahwa berbagi beban bukanlah kelemahan, tapi bentuk kepercayaan.

3. Selalu Merasa Ada yang Kurang dalam Hubungan

Sudah punya pasangan yang perhatian, sudah sering diajak ngobrol, bahkan mungkin sering mendapat kejutan kecil yang manis, tapi tetap merasa ada yang kosong?

Itulah yang sering dialami oleh mereka yang tumbuh tanpa cukup pelukan. 

Ada rasa haus emosional yang seakan tidak pernah benar-benar bisa dipuaskan. 

Kekosongan itu seperti ruang hampa yang tidak bisa diisi dari luar, karena ia terbentuk dari dalam, dari kebutuhan kasih sayang yang tak pernah benar-benar terpenuhi sejak kecil.

Orang seperti ini bisa terus-menerus mencari validasi, menuntut kepastian cinta, dan merasa cemas jika tidak mendapatkan perhatian secara konsisten. 

Bukan karena mereka posesif, tapi karena mereka tidak tahu bagaimana rasanya benar-benar "cukup dicintai".

4. Sulit Mengungkapkan Apa yang Dibutuhkan Secara Emosional

"Kenapa kamu nggak bilang dari tadi kalau kamu marah?"

Pertanyaan seperti ini mungkin sering terdengar dalam hubungan. Orang yang jarang dipeluk saat kecil biasanya tumbuh tanpa banyak ruang untuk mengekspresikan perasaan. 

Mereka belajar menekan emosi, menyimpan semuanya sendiri, dan merasa tidak aman untuk jujur soal apa yang mereka butuhkan.

Mereka mungkin bahkan tidak bisa merumuskan dengan jelas apa yang sebenarnya mereka rasakan. 

Sehingga, ketika berada dalam hubungan, komunikasi emosional bisa menjadi ladang ranjau. 

Pasangan mereka harus menebak-nebak, dan itu bisa membuat hubungan terasa melelahkan dan tidak seimbang.

5. Terlalu Peka Saat Merasa Ditolak

Bercanda sedikit, nada bicara berubah, atau pelukan yang tidak dibalas.

Hal-hal kecil ini bisa terasa seperti penolakan besar bagi mereka yang kekurangan kehangatan sejak kecil.

Sensitivitas tinggi ini lahir dari luka lama yang belum sembuh. Dulu, mereka mungkin sering merasa tidak dilihat atau tidak cukup penting untuk dipeluk. 

Maka kini, setiap isyarat kecil yang terasa seperti penolakan langsung menyentuh luka yang sama. 

Reaksi mereka bisa terlihat berlebihan, tapi sebenarnya itu adalah mekanisme pertahanan yang terbangun sejak lama.

6. Selalu Waspada Secara Emosional

Orang yang terbiasa tidak merasa aman dalam hubungan emosional cenderung selalu berada dalam mode “siaga”. 

Mereka terus memindai situasi, mencurigai motif pasangan, dan sulit benar-benar merasa rileks.

Kewaspadaan ini sebenarnya bentuk perlindungan diri. Jika dulu mereka tidak pernah tahu kapan kasih sayang akan datang atau pergi, kini mereka cenderung tidak ingin kecolongan. 

Tapi akibatnya, hubungan mereka penuh ketegangan dan jarang bisa mencapai kedalaman emosional yang stabil.

Mereka ingin dicintai, tapi terlalu takut untuk benar-benar menyerahkan hati.

7. Bingung Bagaimana Memberi Kasih Sayang

Mengekspresikan kasih sayang juga bisa menjadi tantangan besar. Jika pelukan, kata-kata lembut, atau pujian bukanlah bagian dari pengalaman masa kecil mereka, maka saat dewasa, mereka bisa merasa bingung, bagaimana sebenarnya cara mencintai seseorang?

Mereka mungkin terlihat dingin, padahal sebenarnya mereka merasa tidak percaya diri. 

Mereka takut caranya mencintai salah. Takut disentuh dan takut menyentuh. Takut ditolak, atau bahkan takut mencintai terlalu dalam.

Akibatnya, mereka bisa memilih untuk menjaga jarak atau menunjukkan kasih sayang dalam bentuk-bentuk lain yang tidak selalu bisa ditangkap pasangan. 

Seperti membantu diam-diam, atau menghindari konflik sebagai tanda perhatian.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti