← Beranda

9 Frasa Tanda Pria Jago Memanipulasi Emosi Pasangannya, Setiap Kata-kata Sangat Manipulatif

Achmad AsroriKamis, 6 Maret 2025 | 21.18 WIB
Ilustrasi- Tanda pria jago memanipulasi emosi pasangan (azerbaijan_stockers-freepik)

JawaPos.com - Dalam hubungan, komunikasi yang sehat adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan saling pengertian.

Namun, tidak semua pria berkomunikasi dengan jujur dan terbuka. Beberapa justru menggunakan kata-kata sebagai senjata untuk mengendalikan emosi pasangannya.

Manipulasi ini sering kali terjadi secara halus, membuat pasangan merasa bersalah, ragu, atau bahkan mempertanyakan diri sendiri.

Jika Anda sering merasa bingung atau tidak dihargai setelah berbicara dengan pasangan, bisa jadi Anda sedang menghadapi pria yang jago memanipulasi emosi.

Melansir Geediting, berikut sembilan frasa yang sering digunakan pria manipulatif untuk mengendalikan pasangannya tanpa disadari.

1) “Anda terlalu sensitif”

Frasa ini digunakan untuk meremehkan perasaan Anda dan membuat Anda merasa berlebihan dalam bereaksi terhadap sesuatu.

Pria yang manipulatif sering menggunakan kalimat ini agar Anda mempertanyakan validitas emosi Anda sendiri dan mulai merasa bersalah.

2) “Saya tidak pernah mengatakan itu”

Gaslighting adalah salah satu bentuk manipulasi yang paling berbahaya. Ketika seorang pria mengatakan ini, dia mencoba mengaburkan kenyataan dan membuat Anda meragukan ingatan sendiri. Padahal, Anda tahu betul bahwa dia memang pernah mengatakannya.

3) “Jika Anda benar-benar mencintai saya, Anda akan…”

Frasa ini adalah bentuk manipulasi emosional yang klasik. Dengan mengatakannya, pria tersebut mencoba memaksa Anda melakukan sesuatu yang mungkin sebenarnya tidak ingin Anda lakukan, dengan dalih bahwa itu adalah bukti cinta.

4) “Anda overthinking”

Kata-kata ini digunakan untuk mengalihkan perhatian Anda dari masalah yang sebenarnya. Dengan mengatakan Anda terlalu banyak berpikir, pria manipulatif ingin membuat Anda merasa bahwa kekhawatiran Anda tidak valid dan hanya ada di kepala Anda saja.

5) “Saya minta maaf Anda merasa seperti itu”

Ini bukan permintaan maaf yang tulus. Sebaliknya, ini adalah cara halus untuk menyalahkan Anda atas perasaan sendiri.

Pria yang manipulatif tidak akan benar-benar mengakui kesalahannya, tetapi justru membuat Anda merasa bahwa Anda yang terlalu berlebihan dalam bereaksi.

6) “Tidak ada orang lain yang pernah mempermasalahkan ini”

Kalimat ini bertujuan untuk membuat Anda merasa seperti satu-satunya orang yang memiliki masalah dengan perilakunya.

Dengan kata lain, dia ingin Anda berpikir bahwa Anda terlalu rewel atau sulit dihadapi, sehingga Anda merasa bersalah.

7) “Setelah semua yang sudah saya lakukan untuk Anda”

Pria manipulatif sering memainkan peran sebagai korban. Dengan mengatakan ini, dia ingin Anda merasa berutang budi dan merasa bersalah jika tidak menuruti keinginannya. Ini adalah cara untuk mengontrol Anda secara emosional.

8) “Saya rasa saya memang orang yang buruk”

Frasa ini sering digunakan untuk menarik simpati. Alih-alih mengakui kesalahan dan berusaha berubah, pria manipulatif justru ingin Anda yang meyakinkannya bahwa dia tidak seburuk itu.

Ini adalah trik untuk membalikkan keadaan agar Anda merasa bersalah karena "menyerang" dirinya.

9) “Anda beruntung saya mau bertahan dengan Anda”

Kalimat ini adalah bentuk manipulasi yang bertujuan untuk menurunkan harga diri Anda. Dengan mengatakan bahwa Anda beruntung memiliki dia, pria manipulatif ingin membuat Anda merasa bahwa tidak ada pria lain yang mau menerima Anda, sehingga Anda takut untuk meninggalkannya.

Kesimpulan

Pria yang jago memanipulasi emosi sering kali menggunakan kata-kata yang terdengar biasa, tetapi sebenarnya memiliki dampak psikologis yang besar terhadap pasangannya.

Jika Anda sering mendengar frasa-frasa di atas dalam hubungan Anda, penting untuk waspada dan mengevaluasi apakah pasangan Anda benar-benar menghormati dan mencintai Anda dengan tulus, atau justru sedang mencoba mengendalikan Anda secara emosional.

Jangan ragu untuk menjaga batasan dan mempercayai perasaan Anda sendiri. Hubungan yang sehat harus didasarkan pada komunikasi yang jujur dan saling menghormati, bukan manipulasi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho