← Beranda

Orang yang Tidak Punya Banyak Hal dalam Hidupnya Tapi Selalu Bersyukur, Selalu Menampilkan 7 Kekuatan Ini Menurut Psikologi

Sharah SalsabilaKamis, 6 Maret 2025 | 17.45 WIB
Ilustrasi orang yang bersyukur. (Pexels.com/BarbaraOlsen)

 

JawaPos.com - Memiliki banyak hal dalam hidup seperti harta, jabatan, dan keluarga yang lengkap mungkin tampak bahagia. Tapi pada kenyataannya, tidak semua orang punya kesempatan untuk mendapatkan itu semua.

Hidup yang berlomba-lomba untuk mendapatkan kekayaan, harta, dan keluarga yang lengkap memang melelahkan. Kita semua memiliki keterbatasan dan perlu menyadari bahwa hidup memang tidak sempurna.

Dilansir dari laman Hack Spirit pada Kamis (06/03) orang yang tidak punya banyak hal dalam hidupnya tapi selalu bersyukur, selalu menampilkan 7 kekuatan ini menurut psikologi:

1. Mereka fokus pada apa yang dimiliki

Orang yang bersyukur tidak memikirkan apa yang hilang dari hidup mereka. Sebaliknya, mereka mengalihkan perhatian kepada hal yang sudah dimiliki saat ini meskipun kecil.

Ini tidak berarti mereka mengabaikan perjuangan, tapi itu hanya berarti mereka tidak membiarkan perjuangan itu mendefinisikan dirinya.

Psikolog menyebut ini "penilaan ulang yang positif." Ini adalah kemampuan untuk menemukan nilai dalam situasi sulit, yang membantu membangun ketahanan emosional.

2. Mereka menemukan kegembiraan dalam hal-hal sederhana

Kita semua berpikir bahwa kebahagiaan berasal dari pencapaian besar seperti pekerjaan yang bagus, berkeliling dunia, dan membeli barang-barang bagus. Tapi ada orang sekitar kita yang begitu bahagia dengan kesederhanaannya.

Mereka menemukan kegembiraan dalam secangkir teh hangat, percakapan yang ramah, atau suara burung di luar jendelanya. Kemampuan untuk menghargai momen-momen sederhana ini meningkatkan kepuasan hidup secara keseluruhan.

3. Tidak membuang waktu untuk mengasihani diri sendiri

Hidup tidak selalu adil, beberapa orang memulai dengan lebih banyak, sementara yang lain harus berjuang untuk setiap hal kecil.

Tetapi orang-orang yang bersyukur tidak duduk-duduk memikirkan betapa tidak adilnya hidup. Mereka tidak mengharap belas kasihan atau menunggu seseorang datang dan memperbaiki semuanya.

Mereka menerima kenyataan hidup dan bergerak maju. Bukan karena itu mudah, tetapi karena tahu bahwa duduk dengan mengasihani diri sendiri tidak akan mengubah apa pun.

4. Selalu memberi, bahkan ketika memiliki sedikit

Sangat mudah untuk berpikir bahwa kemurahan hati berasal dari kelimpahan dalam bentuk waktu atau harta, tetapi beberapa orang yang paling murah hati hampir tidak punya apa-apa untuk disisihkan.

Mereka berbagi makanan, menawarkan dukungan, dan memberikan waktu tanpa ragu-ragu. Bukan karena memiliki banyak, tetapi karena memahami nilai kebaikan.

5. Beradaptasi dengan keadaan alih-alih melawannya

Ketika hidup melemparkan rintangan ke arah mereka, mereka tidak membuang-buang energi untuk melawan kenyataan, bahkan menemukan cara untuk bekerja dengan dimiliki.

Studi menunjukkan bahwa orang yang mempraktikkan rasa syukur cenderung memiliki tingkat stres dan kecemasan yang lebih rendah. Ini bukan karena hidup lebih mudah, tapi karena pola pikir mereka membantu menavigasi kesulitan tanpa terjebak dalam frustrasi atau ketakutan.

6. Mereka menghargai orang, bukan hanya hal

Mereka tidak menganggap remeh orang, mengenali nilai dari kata-kata yang baik, tawa bersama, atau hanya memiliki seseorang untuk duduk bersama di akhir hari yang panjang.

Syukur memperkuat hubungan ketika kamu benar-benar menghargai orang-orang dalam hidup, hingga secara alami memelihara hubungan yang lebih dalam.

7. Mereka menemukan kekuatan dalam rasa syukur itu sendiri

Syukur bukan hanya reaksi terhadap hal-hal baik, itu adalah pilihan, bahkan di masa-masa sulit. Orang-orang yang tidak punya banyak hal dalam hidup tapi masih bersyukur memahami hal ini secara mendalam. 

Mereka tidak menunggu hidup menjadi sempurna untuk menghargainya, tapi menggunakan rasa syukur sebagai alat untuk tetap kuat, terus maju, dan menemukan makna dalam apa yang mereka miliki.

Psikolog telah menemukan bahwa rasa syukur mengatur ulang otak, membuat orang lebih tangguh dan optimis dari waktu ke waktu. 

Dalam ilmu psikologi positif, bersyukur ditelaah sebagai bagian dari emosi manusia yang hampir serupa dengan apresiasi. 

Berbagai penelitian dalam lingkup ilmu tersebut melihat bahwa kebiasaan kita untuk bersyukur ternyata membawa dampak positif bagi hidup.

Jadi, bersyukur bukan hanya dapat dipahami sebagai rasa terima kasih semata tetapi dapat dipahami sebagai salah satu emosi positif yang dapat memberikan manfaat bagi diri kita.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti