← Beranda

Kejagung Tangkap WN Tiongkok yang Berusaha Selundupkan Bahan Mineral di Bandara IWIP

Ilham Dwi Ridlo WancokoMinggu, 7 Desember 2025 | 21.44 WIB
Identitas WN Tiongkok yang berhasil ditangkap Satgas Terpadu Kejagung di Bandara IWIP. (Puspenkum Kejagung)

JawaPos.com - Satgas Terpadu Kejagung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan di Bandara Khusus PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Weda Bay, Maluku Utara, Jumat (5/12). Mereka menangkap seorang warga Tiongkok berinisial MY yang membawa 5 pak serbuk nikel campuran dan 4 pak bahan mineral. 

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menyatakan, aktivitas MY terdeteksi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Halilintar yang bertugas mengawasi penyelundupan pertambangan. Melalui bandara yang belum memenuhi standar perangkat negara itu, MY naik Super Air Jet (PK-SJE) rute Weda Bay (WDB)–Manado (MDC). 

"Pelaku sudah diproses lebih lanjut oleh aparat terkait. Belum diketahui pasti mengapa pelaku mencoba menyelundupkan mineral tersebut," jelasnya dalam keterangan tertulis Sabtu (6/12). 

Dia melanjutkan, bahan mineral yang diselundupkan akan diteliti lebih lanjut oleh instansi terkait. 

Baca Juga: Satgas Tangkap WNA Tiongkok Terkait Penyelundupan Nikel di Bandara Weda Bay IWIP, Kemhan Sindir Bandara Eklusif IMIP

Belum Standar

Sebagai informasi, Bandara Khusus PT IWIP beroperasi sejak 2019 setelah memperoleh izin dari Kementerian Perhubungan. Namun, evaluasi pemerintah menunjukkan bahwa bandara tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar minimal perangkat negara yang wajib hadir dalam sebuah fasilitas penerbangan yang melayani lalu lintas orang dan barang. 

Sebagai tindak lanjut, sejak 29 November lalu, pemerintah menempatkan satgas terpadu yang terdiri atas Satgas Pam TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Polri, BMKG, AirNav Indonesia, AvSec, serta karantina ikan, hewan, dan tumbuhan, termasuk karantina kesehatan. 

Baca Juga: Satgas Terpadu Bandara Weda Bay IWIP Maluku Utara Gagalkan Penyelundupan Nikel, Pelaku WNA

"Kehadiran satgas terpadu adalah upaya strategis dalam memperkuat pengamanan, pengawasan, dan penegakan hukum di bandara khusus yang memiliki aktivitas mobilitas tinggi, termasuk akses oleh tenaga kerja asing dan distribusi logistik industri," tegas Anang. (idr/dri)

EDITOR: Ilham Safutra