JawaPos.com - Ustad Abdul Somad (UAS) kembali mendapat penolakan saat hendak berdakwah. Akibatnya jadwal di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogyakarta dari bulan September hingga Desember, terpaksa dibatalkan.
Tak sekadar ditolak, alumnus Al Azhar itu turut mendapat intimidasi dari sejumlah pihak.
Menanggapi itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku menyesalkan upaya penolakan ini. Namun dia memastikan intimidasi tersebut datang langsung dari masyarakat.
Oleh karenya, JK berharap ada evaluasi terkait situasi ini. Agar kondisi serupa tidak terulang kembali dikemudian hari. Baik untuk UAS sendiri, maupun pendakwah lainnya.
"Tentu kita prihatin, tapi bukan ditolak oleh aparat, masyarakat memang ada pro-kontra. Tapi di samping ini tentu kita harus lihat kenapa, tentu juga evaluasi secara keseluruhan, evaluasi di masyarakat. Juga Ustad Somad sendiri mungkin ada sesuatu yang tidak sesuai," ujar JK di komplek Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).
JK, yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu menilai sosok UAS merupakan dai yang memiliki pemahasan luas terkait agama. Sehingga dari aspek keilmuan tidak perlu diragukan.
"(Menurit saya UAS) baik, lucu-lucu, saya ketawa-ketawa kalau dengar dia. Dan saya kira dia Ustad yang paling banyak punya referensi. Artinya kalau berbuat begini, langsung haditsnya dia tahu, ayatnya dia tahu, ataupun sejarah juga tahu. Luar biasa dia ustad," jelasnya.
Dari sisi DMI, JK pun siap memfasilitasi dakwah Ustad lulusan Al Azhar Kairo, Mesir itu. Dia memastikan tidak ada masjid yang menolak kedatangan UAS.
"Ya tentu kita memberikan fasilitas. Kalau dia ceramah di Masjid, silakan, bagus, tidak ada masalah, tidak pernah ada Masjid yang menolaknya," pungkas JK.