JawaPos.com - Mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto tampak keluar gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal pada hari ini tidak ada namanya di jadwal pemeriksaan. Tentu menjadi pertanyaan oleh awak media. Saat di cecar berbagai pertanyaan Sugiharto memilih bungkam.
Dari pantauan JawaPos.com Sugiharto terlihat keluar dari lobi KPK sekitar pukul 16.07 WIB. Sugiharto yang sudah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK itu terlihat membawa botol mineral dan sebuah tas hitam.
Kembali dicecar awak media dengan berbagai pertanyaan Sugiharto memilih bungkam. Dia hanya melemparkan senyum kecilnya tanpa mengeluarkan kata-kata.
Terpisah, ketika dikonfirmasi perihal pemeriksaan Sugiharto, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengaku belum mengetahui dan enggan membocorkan untuk siapa terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP (Sugiharto) itu diperiksa.
"Belum tahu, saya sedang di luar," kata Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Selasa (27/2).
Menurut Priharsa, alasan Sugiharto diperiksa karena memiliki keterkaitan dengan konferensi pers yang akan dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu besok (28/2).
"Yang soal Sugiharto itu termasuk materi konpers besok," ungkap Priharsa.
Meski demikian, Priharsa enggan memberitahu lebih rinci terkait informasi Konferensi pers besok. "Tunggu besok saja ya," ujarnya.
Diketahui, Sugiharto sempat menangis dalam persidangan e-KTP. Dia meminta maaf kepada keluarga dan masyarakat atas tindakannya yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.
Sugiharto diduga menerima aliran uang haram e-KTP bersama dengan atasnya, Mantan Dirjen Dukcapil, Irman. Sugiharto diduga menerima USD 3.473.840. Atas perbuatannya, Sugiharto divonis 5 tahun dan denda 400 juta subsider 6 bulan. Dia kemudian ditahan di Rumah Tahanan Guntur Pomdam Jaya Cabang KPK.