JawaPos.com - Tiga pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Jakarta sama-sama mengobral ide dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Metropolitan.
Dari ide-ide tersebut, Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Joga menilai hanya program paslon nomor 3 Pramono Anung-Rano Karno yang paling mudah dieksekusi dibanding dua paslon lainnya.
Diketahui, Pramono-Rano memilki ide untuk memperluas jangkauan Transjakarta hingga ke Jabodetabek dengan nama Transjabodetabek.
Sedangkan paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono lebih mengutamakan pembangunan Central Business District (CBD) di berbagai wilayah di Jakarta.
Adapun paslon nomor urut 3 Dharma Pongrekun-Kun Wardana lebih ingin memperbaiki transportasi yang sudah ada tanpa menambahnya.
"Paslon 3 menyodorkan gagasan perluasan Transportasi Jakarta menjadi Transportasi Jabodetabek atau Jabodetabekpunjur lebih mudah diterapkan, dibandingkan dengan membangun CBD baru," ujar Nirwono kepada wartawan, Senin (7/10).
Menurut Nirwono Joga, membangun CBD di seluruh wilayah Jakarta yang diinginkan Ridwan Kamil-Suswono itu tidak mungkin diwujudkan cepat dalam lima tahun.
"Sedangkan paslon 2 menawarkan kantong-kantong parkir di perbatasan sudah bagus, tetapi enggan menambah jumlah armada transportasi," pungkas Nirwono.