JawaPos.com - Cerita Malin Kundang, Danau Toba, dan Roro Jonggrang pasti sudah tidak asing di dengar oleh masyarakat Indonesia. Cerita rakyat yang turun temurun di ceritakan oleh kakek-nenek dan orang tua sebagai cerita pengantar tidur dan pesan moral kepada anak-anak.
Tetapi, cerita rakyat yang sering didengar ini termasuk legenda atau mitos? Apakah ada perbedaan dari legenda dan mitos? Tentu ada.
Legenda dan mitos merupakan dua hal yang berbeda. Untuk lebih dalam memahami perbedaan antara dua hal tersebut, simak informasi di bawah ini.
Legenda
Legere atau Legenda dalam bahasa Latin memiliki arti cerita rakyat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian legenda dijelaskan sebagai cerita rakyat pada zaman dahulu yang memiliki hubungan dengan peristiwa sejarah.
Dari pengertiannya dapat diketahui bahwa legenda memiliki hubungan atar persamaan dengan peristiwa sejarah. Karena itu, cerita-cerita legenda sering dianggap seperti kisah yang pernah terjadi pada zaman dahulu. Selain itu, terdapat beberapa ciri-ciri lain dari legenda yaitu sebagai berikut.
- Dianggap seperti kisah yang pernah terjadi,
- Tokoh utama yang diceritakan umumnya manusia,
- Terdapat unsur sejarah di dalamnya,
- Sering meninggalkan pesan moral bagi para pembacanya.
Setelah memahami arti dan ciri-ciri dari legenda, maka bisa disimpulkan bahwa cerita seperti Malin Kundang, Danau Toba, dan Roro Jonggrang termasuk sebagai salah satu legenda. Hal itu dikarenakan terdapat kaitan sejarah di dalam setiap cerita, memiliki tokoh utama manusia, dan terdapat pesan moral yang ditinggalkan untuk para pembaca.
Mitos
Berbeda dengan legenda yang memiliki tokoh utama manusia, mitos terkadang memiliki tokoh utama yang gaib. Gaib dalam artian cerita-cerita yang dijelaskan kental dengan unsur supernatural, seperti dewa, makhluk setengah dewa, dan lain-lain.
Unsur supernatural yang terdapat dalam mitos dikarenakan kata mitos merupakan sebuah istilah yang berasal dari Yunani Kuno. Dalam mitologi Yunani, terdapat banyak sekali mitos yang cukup populer hingga saat ini, dan pada umumnya cerita-cerita yang ada dalam mitologi Yunani bersangkutan dengan para dewa.
Contoh yang bisa diambil dalam mitologi Yunani adalah kisah Dewa Zeus. Dewa Zeus dianggap sebagai bapak dari segala dewa. Dalam mitologi Yunani, Dewa Zeus diyakini sebagai dewa langit dan petir.
Tidak hanya menyangkut tentang dewa, mitos terkadang juga berkaitan dengan hal lainnya. Di Indonesia pasti sering mendengar “Jangan duduk di bantal, nanti bisa bisulan.” Nah, contoh tersebut juga termasuk mitos.
Setelah penjelasan di atas, terdapat beberapa ciri-ciri dari mitos yang bisa membantu membedakannya dengan legenda. Lebih lanjut, di bawah ini adalah ciri-ciri dari mitos.
- Memiliki sifat supernatural atau gaib,
- Bagi masyarakat yang meyakininya cerita dianggap benar-benar terjadi,
- Mengandung nilai yang dapat diambil oleh masyarakat,
- Tokoh utama yang diceritakan umumnya bukan manusia.