JawaPos.com - Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk pagi ini. Melansir data dari situs IQAir, tak tanggung-tanggung kota metropolitan ini menduduki peringkat pertama sebagai kota terburuk kualitas udaranya di dunia.
Adapun tingkat baik atau buruknya suatu kualitas udara adalah dinilai berdasarkan tingkat PM 2,5-nya. Semakin tinggi angka PM 2,5, maka semakin buruk juga kualitas udara di suatu daerah.
Di Jakarta sendiri, per pukul 10.45 WIB, PM 2,5 yang dimiliki kota ini mencapai 186. Hal ini mengindikasikan udara yang tak sehat, tidak hanya untuk kelompok yang sensitif, tetapi juga untuk orang secara umum.
Angka tersebut terpaut cukup jomplang dengan kota terburuk kualitas udara lainnya di dunia. Misalnya di urutan ketiga, kota dengan kualitas paling buruk diduduki Johannesburg, Afrika Selatan, dengan PM 2,5 sebanyak 159.
Di urutan kedua, kota dengan kualitas paling buruk diduduki Lahore, Pakistan, demgan PM 2,5 sebanyak 159.
Sedangkan di urutan ketiga, kota dengan kualitas paling buruk diduduki Kota Dubai, Arab Saudi dengan PM 2,5 sebanyak 157
Untuk diketahui, udara dengan PM 2,5 di angka 0 berarti udara bagus. PM 2,5 di angka 51-100 moderat, PM 2,5 di angka 101-150 berarti udara tak sehat untuk kelompok sensitif, dan PM 2,5 di angka 150-200 berarti udara tak sehat.
Baca Juga: Peluk Syahnaz, Jeje Govinda: Salah Gua Apa?
Sementara pada PM 2,5 di angka 201-300 mengindikasikan udara sangat tak sehat dan pada PM 2,5 di angka 301+ berarti kualitas udara sudah gawat darurat.
Untuk mengantisipasi dampak jelek dari udara buruk di Jakarta ini, warga bisa memakai masker apabila sedang di luar, menyalakan penyaring udara (air purifier), tutup jendela untuk menghindari udara yang kotor, dan menghindari aktivitas di luar ruangan.