← Beranda

Mengapa Penyakit Ain Berbahaya dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Nissa Shabrina QintaniRabu, 18 Juni 2025 | 22.02 WIB
Ilustrasi orang sakit. (Freepik)

JawaPos.com - Penyakit Ain disebut juga dengan mata jahat. Dalam Islam, penyakit Ain benar adanya dan disebabkan oleh pandangan mata yang iri dengki kepada seseorang atau sesuatu.

Selain itu, sumber penyakit Ain bisa juga berasal dari perasaan kagum berlebihan hingga seseorang lupa memuji Allah yang memberikan nikmat tersebut.

Dikutip dari laman Muslim.or.id, Ibnu Qayyim rahimahullah berkata,

"Orang yang memandang dengan pandangan kagum dikhawatirkan bisa menyebabkan Ain pada benda yang ia lihat, maka cegahlah keburukan dengan mengucapkan: Allahumma baarik ‘alaih," (Ath Thibbun Nabawi, 118)

Bahaya Penyakit Ain

Penyakit Ain sangat berbahaya karena dapat membuat seseorang kehilangan nikmat yang dimilikinya seperti harta, rupa, dan kesehatan. Bahkan, penyakit Ain dapat membuat seseorang meninggal dunia.

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian umatku setelah takdir Allah adalah Ain” (HR. Al Bazzar)

Cara kerja penyakit Ain yang cepat membuatnya sangat berbahaya. Dilansir dari Almanhaj, ketika seseorang memberikan mata dengki kepada orang lain, maka jin akan meneruskan maksudnya ke orang tersebut untuk menyakiti atau membinasakan nikmatnya atas izin Allah.

Sayangnya, kita tidak bisa mengetahui siapa saja yang memandang kita dengan perasaan iri. Maka dari itu, kita perlu mengetahui cara mencegah penyakit Ain.

Pencegahan Penyakit Ain Menurut Islam

Langkah pencegahan penyakit Ain paling utama adalah membentengi diri dari mata jahat orang lain. Sebagaimana tercantum pada surat Al-Falaq ayat 5 yang memiliki makna untuk meminta perlindungan Allah dari kejahatan orang yang dengki.

Selain itu, rutin melantunkan dzikir pagi dan petang termasuk salah satu usaha untuk mencegah penyakit Ain. Serta membaca doa agar terhindar dari penyakit Ain sebagaimana hadits Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam mendoakan Hasan dan Husain dengan doa:

‘U’iidzukumaa bikalimaatillaahi taammah, min kulli syaithaanin wa haamah wa min kulli ‘ainin laamah’

“Aku meminta perlindungan untuk kalian dengan kalimat Allah yang sempurna, dari gangguan setan dan racun, dan gangguan ‘ain yang buruk”

Sedangkan jika ingin membaca untuk diri sendiri caranya adalah:

‘A’uudzu bikalimaatillaahi taammah, min kulli syaithaanin wa haamah wa min kulli ‘ainin laamah’

Selain meminta pertolongan dari Allah, meminimalisir penyakit Ain dapat dilakukan dengan bersikap tawadhu. Hindarilah memamerkan kekayaan, kesuksesan, dan prestasi di sosial media karena kita tidak pernah tahu siapa yang akan memberikan mata jahat dan perasaan dengki terhadap diri kita. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah