JawaPos.com – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sebagai salah satu jalur penerimaan mahasiswa di indonesia, menjadi salah satu harapan besar para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Proses seleksinya sangat selektif serta kompetitif karena pendaftar datang dari seluruh penjuru Indonesia. Ada beragam cara untuk mempersiapkan diri agar lolos seleksi, salah satunya adalah beribadah.
Beribadah bisa kita lakukan sebagai usaha kita dalam meminta restu kepada Allah SWT. Selain melakukan sholat wajib 5 waktu, sholat sunnah bisa kita lakukan agar kita semakin dekat kepada Allah.
Sholat hajat menjadi sholat sunnah yang bisa kita lakukan ketika kita mempunyai keinginan tertentu atau mencari solusi terhadap suatu masalah. Kita sangat dianjurkan melaksanakan sholat hajat untuk memperoleh restu, Ridha, serta dikabulkan segala keinginan kita.
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menyatakan bahwa seseorang yang sedang menghadapi kesulitan, membutuhkan solusi untuk kepentingan agama dan dunianya, serta merasakan kesempitan, disarankan untuk melaksanakan shalat hajat.
Sangat disarankan untuk melaksanakan shalat hajat sebanyak 12 rakaat dengan salam pada setiap 2 rakaat. Namun, melaksanakan sholat hajat meskipun hanya 2 rakaat juga sudah cukup memadai.
Berikut tata cara shalat hajat:
- Niat melaksanakan shalat hajat:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatal ḫâjati rak‘ataini adâ‘an lillâhi ta‘âlâ.
“Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah ta’ala.”
- Membaca Surat Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek. Dianjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas dan Ayat Kursi.
- Setelah selesai sholat, dianjurkan untuk membaca shalawat dan doa berikut:
سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Baca Juga: Alasan Tidak Sahnya Sholat Orang yang Meminum Alkohol
Subḫânal-ladzî labisal-‘izza wa qâla bihi. Subḫânal-ladzî ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subḫâna dzil-‘izzi wal-kirami, subḫâna dzith-thauli as’aluka bimu‘âqidil-‘izzi min ‘arsyika wa muntahar-raḫmati min kitâbika wa bismikal-a‘dhami wa jaddikal-a‘la wa kalimâtikat-tâmmâtil-‘âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun an tushalliya ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala âli sayyidinâ Muḫammadin.
“Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia.
Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana.”
Setelah itu, dianjurkan juga untuk membaca doa Rasulullah saw sebagaimana riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
Lâ ilaha illallâhul-ḫalîmul-karîmu, lâ ilaha illallâhul-‘aliyyul-adhîmu subḫânallâhi rabbil-‘arsyil-‘adhîmi wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘alamîn.
Baca Juga: Sholat Tarawih di Rumah atau Masjid? Ini Bacaan Niat Berjamaah dan Sendiri yang Wajib Diketahui
“Tidak ada Tuhan selain Allah yang penuh kesantunan dan kemurahan. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Maha Suci Allah, Tuhan yang memelihara Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam semesta.,”
Selanjutnya, orang yang sedang memiliki hajat tertentu bisa melanjutkan bacaan doa Rasulullah saw riwayat Imam At-Tirmidzi sebagaimana berikut:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allâḫumma innî as’aluka mûjibâti raḫmatika, wa ‘azâ’ima maghfiratika, wal-ghanîmata min kulli birrin, was-salâmata min kulli itsmin lâ tada‘ lî dzanban illâ ghafartahu, wa lâ hamman illâ farrajtahu, wa lâ ḫâjatan hiya laka ridlan illâ qadlaitahâ yâ arḫamar-râḫimîna.
“Tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Lembut dan Maha Mulia. Maha Suci Allah, Pemelihara Arasy yang Agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu petunjuk amal sesuai dengan rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan untuk meraih segala kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa.
Jangan biarkan satu pun dosa tertinggal padaku, namun ampunilah aku. Jangan biarkan aku dalam keadaan ragu, maka bebaskanlah aku dari kebimbangan itu. Jangan pula tinggalkan aku dalam keadaan membutuhkan sesuai dengan ridha-Mu, maka penuhilah hajatku. Ya Tuhan yang Maha Pengasih.”
Lolos SNBP adalah impian banyak siswa, namun untuk meraihnya diperlukan usaha maksimal, doa, dan keteguhan hati. Dengan memperbanyak ibadah, berdoa, tetap sabar, serta, tawakal, kamu akan mendapat kemudahan dalam menghadapi ujian dan mencapai tujuan masuk ke universitas impian.
Jangan lupa untuk selalu berdoa dan meminta petunjuk Tuhan, serta restu dari kedua orang tua, karena dengan pertolongan dan Ridha-Nya segala hal menjadi mungkin.