← Beranda

Mengenal Nepal: Negeri dengan Pesona Gunung, Budaya, dan Spiritualitas

Jelita Indriana PutriJumat, 12 September 2025 | 22.23 WIB
Keindahan alam Nepal (Dok. Nepal Database)

JawaPos.com - Nepal merupakan salah satu negara di Asia yang terletak di sepanjang lereng selatan pegunungan Himalaya. Negara ini tidak memiliki garis pantai (landlocked) dan berada di antara India di sisi timur, selatan, serta barat, sementara di utara berbatasan langsung dengan Daerah Otonomi Tibet, Tiongkok. 

Wilayah Nepal membentang sekitar 800 km dari timur ke barat, dengan lebar antara 90 hingga 150 km dari utara ke selatan. Ibu kotanya adalah Kathmandu. Namun, di balik posisi geografis yang strategis sekaligus menantang tersebut, Nepal sempat mengalami isolasi yang membuatnya relatif tertutup dari perkembangan dunia luar.

"Akibat isolasi geografis dan isolasi mandiri selama bertahun-tahun, Nepal menjadi salah satu negara paling terbelakang di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara, telah memberikan bantuan ekonomi kepada Nepal," dikutip dari Britannica. 

Sejarah Politik dan Perjalanan Demokrasi

Untuk waktu yang lama, Nepal berada di bawah kekuasaan perdana menteri turun-temurun yang menganut kebijakan isolasi. Kondisi ini membuat Nepal tertutup dari dunia luar hingga terjadinya pemberontakan istana pada 1950. Peristiwa tersebut memulihkan kembali otoritas kerajaan pada 1951. Beberapa tahun kemudian, tepatnya 1955, Nepal resmi diterima sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Memasuki 1991, kerajaan mendirikan sistem parlementer multipartai. Namun, pergolakan besar terjadi selama satu dekade berikutnya akibat pemberontakan Maois yang penuh kekerasan. Setelah proses negosiasi panjang, monarki akhirnya dibubarkan pada 2008, dan Nepal resmi diproklamasikan sebagai sebuah republik demokratis.

Masyarakat dan Budaya

Mayoritas masyarakat Nepal menganut agama Hindu, meskipun sebagian penduduk juga mempraktikkan baik Hindu maupun Buddha. Walaupun sistem kasta telah dihapuskan secara hukum, pengaruhnya masih terasa dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Mengutip Kids National Geographic, masyarakat Nepal secara garis besar terbagi dalam empat kelompok utama, yaitu kasta Hindu, Bhotes, suku pegunungan, dan Newar. 

Kelompok Hindu berasal dari India dan masih mempertahankan tradisi kasta. Di pegunungan, terdapat komunitas Sherpa dan berbagai suku lain yang dikenal kuat dan terbiasa hidup di dataran tinggi. 

Sherpa, misalnya, lahir di kawasan pegunungan dengan ketinggian lebih dari 3.600 m dan dikenal sebagai pemandu andal bagi pendaki gunung. Mereka juga memperkenalkan budaya Sherpa serta ajaran Buddha yang penuh penghormatan terhadap alam.

Sementara itu, Bhotes tinggal di pegunungan utara dan memiliki akar budaya dari Tibet. Adapun Newar adalah penduduk asli Lembah Kathmandu. Sebagian besar masyarakat Nepal bermukim di wilayah perbukitan tengah termasuk Lembah Kathmandu serta di dataran subur Terai di selatan. 

Fakta Menarik tentang Nepal

Dilansir dari Himalayan Glacier, Nepal menjadi rumah bagi puncak tertinggi dunia, Gunung Everest. Gunung ini berada di pegunungan Himalaya, yang membentang melintasi Nepal dan Tibet. Dengan ketinggian 8.848,86 mdpl, Everest menjadi simbol pencapaian tertinggi dalam dunia pendakian. Banyak petualang dan pendaki bermimpi menaklukkan puncaknya atau setidaknya mencapai Base Camp. 

Selain itu, Nepal juga dikenal dengan warisan keagamaan yang kaya. Negeri ini dijuluki sebagai "Tanah Seribu Kuil" karena banyaknya candi, kuil, serta monumen keagamaan yang sarat nilai budaya dan spiritual. 

Tercatat ada 10 situs warisan dunia UNESCO di Nepal, delapan di antaranya berupa situs budaya. Ibu kota Kathmandu bahkan mendapat julukan “City of Temples” karena dipenuhi kuil bersejarah dengan arsitektur rumit dan indah.

Tak hanya itu, Nepal juga memiliki keterikatan erat dengan sejarah agama Buddha. Siddhartha Gautama, pendiri ajaran Buddha, lahir di Lumbini, Kapilvastu, Nepal. Lokasi kelahirannya kini dilestarikan di kompleks Kuil Maya Devi. Lumbini dianggap sebagai situs ziarah paling suci bagi umat Buddha di seluruh dunia. 

Negara Multietnis dan Multibahasa

Dikutip dari World Atlas, Nepal merupakan negara multietnis dan multikultural yang terbentuk dari penyatuan progresif berbagai kerajaan kecil seperti Videha, Mustang, Limbuwan, hingga Madhesh. Bagian utara dihuni oleh etnis Limbu, Rai, serta masyarakat Mongoloid. Sementara di wilayah barat dan tengah, terdapat komunitas Sherpa, Magar, Gurung, serta Lama.

Keberagaman ini juga tercermin dalam bahasa. Tercatat sekitar 123 bahasa digunakan di Nepal. Bahasa utama adalah Nepali yang menjadi bahasa ibu bagi 44,6 persen penduduk. Bahasa lain yang juga dominan meliputi Maithili, Tamang, Tharu, dan Bhojpuri.

EDITOR: Candra Mega Sari