← Beranda

RS Kamal Adwan di Gaza Dibakar Israel, Direkturnya Ditangkap

AntaraMinggu, 29 Desember 2024 | 17.00 WIB
Ilustrasi kawasan yang hancur terlihat di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan setelah serangan Israel di Beit Lahia, Gaza. (Anadolu/Antara)

JawaPos.com–Pasukan Israel menangkap Hussam Abu Safiya, direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara pada Sabtu (28/12), menurut Kementerian Kesehatan Palestina seperti dilansir dari Antara. Abu Safiya ditangkap bersama beberapa staf medis lain sehari setelah pasukan Israel membakar RS itu.

Penangkapan itu terjadi setelah pasukan Israel menyerang RS Kamal Adwan dan kawasan sekitarnya pada Jumat (27/12). Mereka secara paksa mengevakuasi pasien dan menahan tenaga medis RS tersebut.

Pasukan Israel kemudian membakar sebagian besar bangunan Kamal Adwan, sehingga RS terakhir yang beroperasi di Gaza utara itu pun lumpuh, kata Kemenkes Palestina.

Agresi militer yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 45.400 warga Palestina dan menghancurkan wilayah yang diblokade Israel itu.

Bulan lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant.

Mereka dituduh telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga tengah menghadapi gugatan kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya dalam perang di wilayah kantong Palestina itu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani pada Sabtu (28/12), bertemu dengan delegasi Hamas untuk membahas cara-cara melanjutkan negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza dengan Israel.

Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Qatar, dalam pertemuan itu, delegasi kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina Hamas dipimpin Dr Khalil Al-Hayya. Mereka dan Menlu Qatar membahas perkembangan terbaru negosiasi gencatan senjata untuk mencapai kesepakatan komprehensif dan jelas yang dapat mengakhiri perang di Jalur Gaza.

Lebih dari satu tahun telah berlalu sejak kesepakatan pertama Hamas-Israel dilaksanakan untuk pertukaran sandera dan tawanan. Sejak itu, kedua pihak terus melakukan pembicaraan melalui perantara tentang nasib sandera yang belum dilepaskan.

Dalam beberapa pekan terakhir, negosiasi tidak langsung antara Hamas dan Israel di Kairo dan Doha semakin intensif. Sejumlah sumber melaporkan adanya kemajuan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah