← Beranda

Tiongkok Segera Bangun Susunan Teleskop Baru di Kutub Selatan, Pantau Fenomena Polar Night

Nisrina Fauziyah FahrudinSelasa, 19 Desember 2023 | 03.53 WIB
Teleskop AST3-2 Antartika Schmidt milik China di Stasiun Kunlun / sumber: news.cgtn.com

 

 

JawaPos.com – Tiongkok memiliki rencana untuk menginstal susunan teleskop baru di sekitar Kutub Selatan.

Bahkan baru-baru ini, prototipe dari susunan teleskop berhasil menyelesaikan operasi uji coba di wilayah yang sangat dingin tersebut.

Proyek yang diberi nama ‘Antarctic TianMu Time-domain Astronomical Observation Array’ ini diperkirakan akan terdiri dari 100 teleskop bidang luas berdiameter kecil yang akan ditempatkan di Antarktika.

Dikutip dari China Daily pada Senin (18/12), salah satu teleskop akan mencakup area langit seluas 10.000 derajat persegi.

Tim perancang teleskop dari Observatorium Astronomi Shanghai di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China menyatakan bahwa teleskop-teleskop optik ini akan melakukan pengamatan secara terus-menerus.

Pengamatan ini terjadi selama fenomena polar night, yaitu kondisi ketika malam berlangsung selama lebih dari 24 jam setiap tahunnya.

Prototipe susunan teleskop tersebut dibawa ke Stasiun Zhongshan di China sebagai bagian dari ekspedisi ilmiah Antarktika ke-39 negara tersebut.

Dua kapal pemecah es China memulai ekspedisi pada akhir Oktober 2022 dan menempuh jarak lebih dari 60.000 mil laut selama 163 hari.

Baca Juga: NASA Temukan Planet Ekstrasurya Lewat Teleskop James Webb, Diperkirakan Punya Perairan dan Ada Kehidupan

Pada Senin (20/2), prototipe tersebut berhasil menyelesaikan pengamatan tanpa mengalami masalah selama 248 hari berturut-turut, mengumpulkan sejumlah besar data selama polar night di Antarktika.

Analisis awal menunjukkan bahwa akurasi fotometri prototipe terhadap bintang-bintang yang lebih terang dari magnitudo kesembilan selama 30 detik mencapai seperseribu magnitudo bintang.

Hal ini memverifikasi kelayakan desain prototipe tersebut, seperti yang diungkapkan oleh Zhou Dan, kepala insinyur prototipe dari Observatorium Astronomi Shanghai.

Prototipe ini merupakan peralatan pengamatan astronomi pertama China di Antarktika yang berbasis teknologi drift scanning charged coupled device (CCD).

Hal ini yang memungkinkan teleskop melacak objek langit tanpa menggunakan mekanisme penggerak.

 ***

EDITOR: Novia Tri Astuti