JawaPos.com – Baru-baru ini, Jepang tengah menentang sebuah informasi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Sumber berita yang berasal dari surat kabar tabloid Inggris yakni Daily Mail, disebutkan oleh Jepang telah menyebarkan informasi yang dinilai tak berdasar.
Pasalnya, Daily Mail menghubungkan bahwa air yang dikeluarkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima No. 1 disebut telah membunuh berton-ton ikan yang menutupi garis pantai di Hokkaido belum lama ini.
Dikutip dari The Asahi Shimbun, Jumat (15/12), The Daily Mail, sebuah surat kabar tabloid Inggris tersebut juga mengemukakan penyebab atas kematian massal ikan-ikan tersebut.
Mereka merilis sebuah video yang mencatat bahwa ikan-ikan tersebut mati tiga bulan setelah air yang diolah dilepaskan dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.
Alhasil, gambar-gambar yang menunjukkan ikan-ikan yang mati dan menutupi bibir pantai telah menyebar setiap hari di media sosial.
Begitu pula postingan yang menghubungkan pembuangan air dengan kematian ikan.
“Tidak ditemukan kelainan pada hasil survei pemantauan air,” jelas divisi penyiaran promosi Dinas Perikanan.
“Kami prihatin dengan maraknya informasi yang tidak berdasarkan pada bukti ilmiah,” imbuhnya.
Mengutip dari survei pemantauan, Pemerintah memastikan bahwa pembuangan air itu aman.
Mereka juga berjanji akan mengambil tindakan terhadap rumor dan informasi palsu yang dapat merusak mata pencaharian para nelayan di Prefektur Fukushima.
Diperkirakan 1.200 ton ikan sarden dan makarel mati terdampar di sekitar 1 kilometer dari garis pantai selatan Kota Hakodate, Jepang pada Kamis (7/12).
Penyebab kematian massal itu masih belum diketahui. Namun, stasiun percobaan perikanan Hakodate dari Organisasi Penelitian Hokkaido mengatakan bahwa ikan terkadang terdampar dalam jumlah besar.
Hal itu disebabkan karena perubahan suhu air yang tiba-tiba atau saat mereka melarikan diri dari lumba-lumba dan predator lainnya.
Menurut Stasiun tersebut, ikan-ikan di pantai diyakini merupakan bagian dari kawanan yang bermigrasi ke selatan menuju Honshu pada saat itu.
Pejabat kota Hakodate mulai membuang ikan-ikan mati tersebut pada Selasa (12/12) dengan menggunakan alat berat.
Mengingat volume ikan yang sangat besar, pembersihan diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir bulan ini.
***