← Beranda

Imbas Perang Geng di Wilayah Haiti, Akses Terhadap Bahan Pokok Pangan Terhambat

Aulia RamadhaniRabu, 29 November 2023 | 19.56 WIB
Orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan geng berlindung di arena olahraga, di Port-au-Prince, Haiti, 1 September 2023./Ralph Tedy Erol/Reuters

 

JawaPos.com - Perang geng brutal di Haiti yang telah menyebar dari ibu kota ke pusat pertanian utama, menyebabkan berbagai kendala.

PBB memperingatkan, hal ini menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi dan berdampak buruk pada akses terhadap bahan pokok pangan.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (29/11), menurut laporan terbaru yang dirilis pada hari Selasa, kekerasan secara bertahap meningkat di wilayah Bas-Artibonite di utara ibu kota.

Hal tersebut membuat sekitar 22.000 orang telah mengungsi di tengah pembunuhan, penjarahan, penculikan dan kekerasan seksual yang meluas.

Laporan tersebut menemukan bahwa geng-geng paling kuat di kawasan ini bersekutu dengan anggota aliansi G-Pep yang kuat di ibu kota.

Laporan tersebut menyatakan bahwa hal ini menunjukkan strategi G-Pep untuk memperluas pengaruhnya.

Komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia Volker Turk mengatakan bantuan keamanan internasional yang telah lama ditunggu.

Berbekal senapan dan pistol semi-otomatis, geng-geng tersebut telah membakar rumah-rumah, menyerang sistem irigasi, mencuri hasil panen dan ternak, serta menuntut “pajak” bagi petani untuk mengakses ladang, katanya.

Penculikan dan penyiksaan untuk mendapatkan uang tebusan juga sering terjadi, yang pada awalnya berfokus pada jalur transportasi.

PBB mengatakan geng-geng tersebut kini semakin banyak menyerang lingkungan pemukiman dan menculik orang secara massal, serta melakukan pemerkosaan massal terhadap perempuan dan bahkan anak-anak.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti