JawaPos.com - Seorang remaja Thailand menjadi tersangka aksi penembakan brutal di mal Kota Bangkok, Thailand yang menewaskan dua warga asing.
Menurut keterangan polisi pada Rabu (4/10), pelaku diduga menderita gangguan psikologis dan memodifikasi pistol yang sebenarnya dirancang untuk menembakkan peluru kosong.
Dilansir dari New York Times pada Rabu (4/10), penembakan mal Siam Paragon pada Selasa (3/10) tersebut membuat ratusan orang berlari panik berusaha keluar dari pusat perbelanjaan.
Insiden kekerasan bersenjata di mall ini jarang terjadi di Thailand. Namun, insiden serupa terakhir kali terjadi pada tiga tahun silam.
Korban penembakan di Mal Bangkok adalah dua orang wanita asal Tiongkok dan Myanmar. Kemudian lima orang luka-luka atas insiden ini.
Tersangka penembakan baru berusia 14 tahun, yang ditangkap pada Selasa malam. Polisi mengidentifikasi remaja tersebut memiliki psikologis yang tidak normal.
Baca Juga: Insiden Penembakan di Siam Paragon Mall, Korban Selamat Kisahkan Saudaranya yang Tewas Secara Tragis
Selain itu, pelaku diduga tidak meminum obat yang diresepkan pada saat melakukan aksi penembakan brutal di Mall.
Penyelidik polisi sedang menyelidiki latar belakang motif remaja tersebut, yang merupakan seorang pemain game online dan berencana untuk berbicara dengan teman-temannya mengenai kondisi mentalnya.
"Kami harus menyelidiki tersangka apakah dia pernah melakukan kekerasan dan agresif sebelumnya" kata Kepolisian Bangkok, Torsak Sukvimol dilansir AP News pada Rabu (4/10).
Ia mengatakan tersangka mengalami gangguan psikologis. "Awalnya saya berbicara dengannya untuk menenangkannya.
Dia seperti mendengar seseorang berbicara kepadanya, dia mendengar sesuatu dan menyuruhnya untuk menembak," kata Torsak Sukvimol
Penembakan massal jarang terjadi di Thailand, tetapi kekerasan senjata dan kepemilikan senjata adalah hal biasa.
Aturan mengenai kepemilikan senjata sangat ketat namun senjata api dapat dimodifikasi dan diperoleh secara ilegal, banyak yang diselundupkan dari luar negeri.
Kekerasan itu terjadi tiga hari setelah peringatan pertama kematian 35 orang termasuk 22 anak-anak di taman kanak-kanak di kota timur laut Thailand dalam serangan senjata dan pisau selama berjam-jam yang dilakukan mantan polisi.
***