← Beranda

Menyeberang Secara Ilegal ke Korea Utara, Tentara asal Amerika Serikat Berhasil Bebas

Meuthia NabilaJumat, 29 September 2023 | 15.23 WIB
Prajurit Amerika Serikat Travis King yang berhasil bebas dari Korea Utara.

JawaPos.com - Sekitar dua bulan yang lalu, seorang tentara Amerika Serikat membuat banyak orang tidak bisa berkata-kata. Pasalnya, tentara tersebut dengan sukarela, menyeberangi Area Keamanan Bersama di Panmunjom menuju Korea Utara.

Menurut para saksi, prajurit bernama Travis King yang merupakan seorang tentara Amerika Serikat sedang berkunjung ke Area Keamanan Bersama dan melanggar Garis Demarkasi Militer tanpa izin sekitar pukul 15.27 waktu setempat pada bulan Juli, serta menyeberang ke Korea Utara.
 
Dikutip dari Allkpop, belakangan ini terungkap, bahwa Travis King mengungkapkan niatnya untuk mencari suaka di Korea Utara.
 
Kemudian pada tanggal 27 September 2023, Korea Utara secara tiba-tiba mengumumkan niatnya untuk membebaskan Prajurit Travis King.
 
Sebelumnya, beberapa pihak telah mengantisipasi bahwa Korea Utara mungkin akan memperpanjang penahanan. Bertujuan untuk mendapatkan kesepakatan dari Washington selama beberapa waktu, yang ditandai dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara tersebut .
 
Menurut AP, "Para pejabat tidak tahu persis mengapa Korea Utara memutuskan untuk mengusir King, akan tetapi mereka menduga Pyongyang memutuskan bahwa sebagai seorang prajurit berpangkat rendah, dia tidak memiliki nilai yang nyata baik dalam pengaruh maupun informasi."
 
Baca Juga: Korea Utara Adopsi Amandemen Konsitusi Terkait Senjata Nuklir, Kim Jong Un Sebut untuk Cegah Provokasi AS
 
"Seorang pejabat, berwenang untuk berkomentar dan meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Korea Utara mungkin telah memutuskan bahwa King (23), lebih merepotkan untuk dipertahankan daripada dibebaskan."
 
 
Para pejabat Swedia membawa King ke perbatasan Tiongkok, dimana dia bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Tiongkok Nicholas Burns. Para pejabat pemerintahan Biden menekankan, bahwa mereka tidak memberikan kesepakatan apapun kepada Korea Utara untuk pembebasan King.
 
Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan menyatakan, "Kami berterima kasih kepada pemerintah Swedia atas peran diplomatiknya yang berfungsi sebagai kekuatan pelindung bagi Amerika Serikat di RRDK (Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara) dan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok atas bantuannya dalam memfasilitasi transit dari prajurit Private King."
 
King dibawa ke pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan, sebelum dipulangkan ke negeri Paman Sam.
 
***
EDITOR: Novia Tri Astuti