”Desainnya murni ekspresi tentang apa yang terjadi saat ini di Hongkong,” bunyi pernyataan pihak kafe sebagaimana dikutip BBC.
Di bagian atas cake, ada lelaki yang memakai kaus hitam, helm kuning, dan kacamata pelindung, serta membawa payung kuning dan tongkat. Dia mirip gambaran para demonstran di Hongkong. Di beberapa bagian kue, ada payung yang mengeluarkan asap layaknya gas air mata.
Topeng Guy Fawkes yang sering dipakai demonstran menjadi hiasan utama. Lagu Glory to Hong Kong mengalun dari dalam cake tersebut. Sebab, di dalamnya ada kotak musik. Lagu itu diciptakan demonstran dan kerap dinyanyikan saat turun ke jalan.
Pihak 3rd Space menjelaskan, panitia mendepak mereka setelah menerima banyak komplain dari peserta asal Tiongkok.
Sementara itu, aksi massa di Cityplaza, Taikoo Shing, Hongkong, Minggu (3/11) berakhir ricuh. Awalnya, massa membentuk rantai manusia sebelum berakhir menjadi bentrokan langsung dengan polisi.
Di sela-sela bentrokan tersebut, seorang pria menyerang demonstran dengan pisau. Dia juga menggigit telinga Andrew Chiu Ka-yin, anggota dewan Distrik Taikoo Shing dari Democratic Party, hingga putus sebagian.