← Beranda

Bahaya! WHO Mengatakan Obat Batuk Sirup di Kamerun Mengandung Racun

Daud LasmaKamis, 20 Juli 2023 | 19.10 WIB
Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di depan kantornya, di Jenewa, Swiss. (Reuters/Denise Balibouse)

JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengabarkan pada Rabu (19/7) bahwa obat batuk dan flu sirup bermerek Naturcold yang mengandung bahan beracun tingkat tinggi dijual secara bebas di Kamerun. Dalam label kemasan obat batuk itu, diketahui obat itu diproduksi di Inggris oleh sebuah perusahaan farmasi bernama Fraken International.

Namun, menurut regulator kesehatan Inggris, tidak ada perusahaan farmasi bernama Fraken di negaranya.

"Penyelidikan masih dilakukan untuk menentukan asal produk itu," kata WHO seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (20/7).
 
Baca Juga: Redho Tri Agustian Dikenal Sosok Ramah dan Pintar, Hampir Tak Percaya Jadi Korban Mutilasi Waliyin di Sleman
 
Juru bicara WHO mengatakan, kemungkinan besar obat itu telah menyebar ke negara selain Kamerun. Ia menyerukan agar departemen kesehatan negara lain dapat memantau penyebaran obat beracun itu.
 
Sebelumnya pada tahun 2022, ada lebih dari 300 anak-anak di Gambia, Indonesia dan Uzbekistan mengalami penyakit ginjal akut dan akhirnya harus meninggal dunia karena obat batuk beracun.
 
Baca Juga: Terjadi Penembakan di Auckland Selandia Baru, 2 Orang Tewas dan 5 Luka-luka
 
Pada bulan April lalu, regulator kesehatan Kamerun sedang melakukan penyelidikan atas tewasnya enam anak di negara itu karena mengkonsumsi obat Naturcold. WHO pun mendukung langkah yang diambil pihak berwenang Kamerun.
 
Sebagai informasi yang berdasarkan keterangan dari WHO, kandungan dietilen glikol (DEG) pada obat sirup tidak boleh melebihi 0,1% namun kandungan DEG pada obat Naturcold mencapai 28,6%.
 
Baca Juga: Resmi, Arema FC Kontrak Putra Eks Kiper Chelsea
 
Pelaku yang tidak memiliki moral biasanya menggunakan DEG tinggi sebagai pengganti pripolen glikol (bahan dasar obat sirup) untuk menghemat biaya produksi. Akibatnya, orang yang mengkonsumsi ini akan mengalami diare, muntah, sakit ginjal dan berujung pada kematian.
EDITOR: Banu Adikara