JawaPos.com – MasterChef Indonesia season ke 11 masih menjadi pembicaraan, setelah viralnya CV Kiki yang beredar di sosial media.
Diantara ketiga juri MasterChef, yang paling aktif dalam memberikan suaranya adalah Arnold Poernomo melalui akun X pribadinya.
Kali ini Chef Juna membuka suara terkait hal yang ramai dibicarakan oleh netizen dalam grand final MasterChef Indonesia season ke 11.
Dalam YouTube Ray Janson Radio, Juna Rorimpandey diundang sebagai narasumber untuk mengomentari hal yang ramai di sosial media terkait kekalahan Kiki MasterChef.
Juna menegaskan bahwa yang terjadi pada saat Grand Final adalah nilai yang diberikan oleh juri adalah memang yang seharusnya.
Juri MasterChef tersebut berkata bahwa sebenarnya dia juga menginginkan Kiki untuk menang dalam kompetisi tersebut.
Namun, takdir berkata lain. Eksekusi Kiki dalam mengolah masakan di challenge terakhir tidak terlalu baik dan banyak sekali catatan.
Kegagalan Kiki dalam memenangkan juara MasterChef Indonesia season ke 11 melawan Belinda bukanlah berasal dari ras ataupun pendidikan kuliner sang kontestan.
Juri MasterChef Indonesia mengatakan bahwa menu 3 set course masakan Kiki ternyata kehilangan tema karena keluar dari konsep sebenarnya.
Beberapa kali juga Chef Juna mengatakan kritik pada hidangan Kiki seperti saus yang disajikan terlihat kurang indah dan lembut karena tambahan tepung beras.
Sementara untuk kejadian Kiki yang membantu Belinda memotong lamb rack, Pria berumur 48 tahun itu memberikan pujian kepada Kiki sebagai seorang yang gentleman.
Pria berambut Panjang itu juga mengatakan potongan daging lamb rack memang harus memiliki kemampuan khusus untuk memotongnya.
Dengan bentuk daging yang melekat dengan banyaknya tulang yang kuat, itu sebabnya lamb rack sulit untuk dipotong sesuai keinginan.
Dan kejadian Kiki membantu Belinda dalam memotong lamb rack memang tidak dihitung sebagai salah satu kriteria penilaian karena yang dinilai adalah hasil akhir masakan.
Kemudian terkait komentar netizen yang mengatakan bahwa MasterChef Indonesia adalah ajang masak setingan dan diperuntukkan hanya untuk Chindo.
Sang juri juga menyatakan dengan lantang bahwa dirinya dan juri lainnya tidak pernah disogok, atau di setting oleh televisi.
Juna juga mengatakan bahwa banyaknya komentar buruk netizen menyerang akun Instagram pribadinya dengan kata-kata kasar.
Menanggapi komentar netizen yang buruk tentang dirinya, sang pria kelahiran Jakarta ini hanya hanya tertawa.
Juna juga mengatakan tidak ada gunanya dia dengan sengaja membela Chindo atau seseorang dengan predikat lulusan Le Cordon Bleu (LCB).
Karena menurut juri MasterChef tersebut, dia sendiri mengakui kalau bukan lulusan LCB maupun bukan keturunan Chindo.
Dan Juna juga menyatakan dengan blak-blakan bahwa menang atau tidaknya dalam ajang MasterChef, tidak akan menentukan masa depan para kontestan.