JawaPos.com - Kompetisi memasak MasterChef Indonesia (MCI) Season 11 di RCTI berakhir pekan lalu dengan kemenangan Belinda Christina Sianto. Dia unggul atas Rizkisyah Putra Singarimbun dengan skor 2-1. Terlepas dari perdebatan yang terjadi pasca kemenangannya, Belinda sudah merencanakan sejumlah hal untuk karier kulinernya. Jawa Pos berkesempatan ngobrol dengan perempuan asal Malang, Jawa Timur, tersebut Rabu (29/11). (c14/len)
Belinda merupakan alumnus Le Cordon Bleu New Zealand, Wellington, dan sempat berpengalaman di dunia kuliner. Mengapa tertarik ikut MCI?
Saya punya rencana untuk berbisnis kuliner. Pengalaman di MCI saya jadikan persiapan agar nantinya saya lebih terasah dan lancar. Saya juga menganggap ini sebagai tantangan untuk diri sendiri dan pembuka karier saya di Indonesia.
Setelah diumumkan sebagai pemenang MCI, apa rencana Belinda selanjutnya?
Saya ingin menyelesaikan kuliah saya, S-1 jurusan akuntansi di King’s Own Institute, Australia, sambil memperbanyak konten saya di TikTok. Saya juga mau keliling Indonesia untuk berkenalan dengan para chef lain dan para content creator sambil belajar dan menjalin koneksi.
Keunggulan Belinda ada di masakan Asia, Barat, dan fusion. Apakah ini disebabkan faktor latar pendidikan Belinda?
Iya, betul, saya belajar itu saat kuliah. Saya juga sebenarnya belajar memasak makanan khas Indonesia. Tapi, memang prosesnya lebih panjang dan harus presisi. Masakan Nusantara punya bumbu yang khas sehingga saya harus tepat. Kalau nggak, saya merasa tidak menghargai masakan Indonesia.
Selama mengikuti MCI, menurut Belinda, skill memasak apa yang paling terasah?
Jujur, selama MCI, yang paling menantang adalah membuat dessert karena waktunya sangat terbatas. Nah, setelah MCI, saya lebih bisa membuat dessert dengan lebih cermat dan cepat. Saya juga merasa lebih lancar membuat masakan Nusantara.
Selain memasak, apakah ada skill lain yang terasah setelah MCI?
Ini adalah kompetisi pertama saya dan kali pertama saya memasak di depan kamera. Tentu skill memasak saja tidak cukup. Saya juga harus berani dan bisa berbicara di depan kamera. Syukurlah kini saya sudah terbiasa. Saya juga belajar teamwork dari team challenge.
Bagaimana caranya kami para kontestan bisa saling bekerja sama meski beda gaya memasak dan kepribadian. Oh iya, teamwork sangat dibutuhkan ketika kita bekerja di dapur sungguhan.
Belinda ingin dikenal sebagai chef yang bagaimana?
Yang bisa membuat segala jenis masakan dan selalu mau belajar.
Lalu, hadiah uang tunai Rp 100 juta hendak dipakai untuk apa?
Mau saya tabung dulu dan rencananya mau saya pakai untuk bikin dapur studio, yang nanti saya pakai untuk membuat konten. Sebenarnya saya juga berencana mau buka restoran, tapi masih saya pikirkan.
Wah, mau membuat restoran apa?
Konsepnya sih restoran untuk brunch. Di dalamnya juga ada menu Nusantara.
Selain memasak, Belinda apakah punya hobi lain?
Saya suka traveling ke tempat sepi dan suka makan. Salah satu comfort food saya adalah sate, hahaha. (*)