← Beranda
6 Fakta Qin Shi Huang, Kaisar Pertama Tiongkok yang Berhasil Kalahkan Hades di Seri Manga Record of Ragnarok
Tania Sani Achmad AminJumat, 3 November 2023 | 20.59 WIB
Qin Shi Huang dalam Record of Ragnarok (kiri), dengan visualisasi dalam sejarah (kanan).

JawaPos.com – Pertarungan ronde ketujuh dalam manga Record of Ragnarok menghadirkan sosok Qin Shi Huang sebagai petarung di pihak manusia. Menjadi lawan dari Raja atau Dewa Dunia Bawah, Hades tidak menghalangi Qin Shi Huang, Kaisar pertama Tiongkok untuk menjadi pemenangnya.

Kemenangan Qin Shi Huang dalam ronde ketujuh tersebut menjadikan sisi manusia unggul satu poin dari pada sisi dewa. Bagi pembaca Record of Ragnarok tentu sudah mengetahui bahwa para petarung di pihak manusia bukanlah sekadar tokoh fiksi, melainkan diambil dari sosok orang asli yang ada dari berbagai belahan dunia.

Seperti pada ronde ketujuh tersebut yang menampilkan sosok dari kaisar pertama China, Qin Shi Huang atau yang juga dikenal sebagai Yin Zheng atau Shi Huangdi.

Dalam seri manga tersebut, hanya menampilkan secara garis besar mengenai latar belakang dari sang kaisar Tiongkok. Padahal, terdapat hal-hal menarik pada sosok kaisar pertama tersebut.

Berikut ini adalah fakta menarik dari Qin Shi Huang, sang kaisar pertama Tiongkok.

1. Qin Shi Huang Menyatukan Tiongkok untuk Pertama Kalinya

Fakta ini merupakan salah satu hal yang cukup terkenal, bahkan dalam Record of Ragnarok sudah diceritakan. Qin Shi Huang menaklukkan serta menyatukan enam negara bagian sebelum dirinya menjadi penguasa, yaitu Han, Zhao, Wei, Chu, Yan, dan Qi.

Kemudian, ia memproklamirkan dirinya sendiri sebagai penguasa besar Tiongkok yang belum pernah terjadi sebelumnya. Karena itu, ia memutuskan untuk membuat istilah baru sebagai panggilan atas dirinya, yaitu “Huangdi” yang berarti kaisar pertama.

2. Pembangunan Tembok Besar Raksasa Tiongkok

Sebelum Qin Shi Huang, pembangunan tembok besar itu telah terjadi di bawah perintah penguasa Dinasti Zhou. Mereka membangun serangkaian tembok yang relatif pendek.

Ketika kepemimpinan Qin Shi Huang, ia mulai membangunnya kembali dengan menghubungkan tembok-tembok tersebut agar menjadi tembok pertahanan yang lebih panjang. Menurut catatan sejarah, Qin Shi Huang merekrut hampir satu juta orang untuk membangun tembok besar itu.

3. Pembangunan Terusan Lingqu

Terusan Lingqu di wilayah Xing’an, Guangxi dibangun dengan tujuan untuk menghubungkan Sungai Xiang dan Sungai Li sebagai jalan membawa perbekalan militer pasukan Qin Shi Huang ketika melawa Suku Baiyue.

Walau panjangnya hanya 36,4 km, Terusan Lingqu masih memainkan peran penting dalam pengendalian banjir dan irigasi hingga saat ini.

4. Mausoleum Qin Shi Huang Dijaga oleh Tentara Terakota

Qin Shi Huang adalah seorang ateis dan percaya bahwa ia akan memasuki dunia bawah setelah meninggal. Karena itu, ia membangun mausoleum setelah naik takhta.

Untuk menikmati kekuasaan tertingginya seperti saat masih hidup, sang kaisar memerintahkan membangun Tentara Terakota untuk melayaninya di akhirat kelak dan melindungi dirinya serta mausoleumnya.

5. Naik Takhta pada Usia 13 Tahun

Pada tahun 247 SM, ayah Qin Shi Huang meninggal setelah hanya tiga tahun memerintah. Ia yang baru berusia 13 tahun harus menggantikannya sebagai penguasa Negara Qin. Karena masih terlalu muda untuk menangani semua urusan negara, ia harus bergantung pada ibunya, Zhao Ji dan perdana Menteri, Lu Buwei untuk memerintah negara.

6. Berakhir Tragis karena Ingin Menjadi Abadi

Fakta ini dapat dikatakan merupakan fakta yang paling menarik. Qin Shi Huang selalu takut akan kematian, karena ia khawatir tidak akan bisa menikmati seluruh kekayaan dan kekuasaannya setelah meninggal. Sebab itu, ia sangat haus akan keabadian, terutama di usia senja. Ia mengutus siapapun untuk mencari ramuan keabadian.

Sampai suatu ketika, sang kaisar meminum sebuah pil yang dijanjikan akan membuatnya abadi. Namun, pil tersebut merupakan pil merkuri beracun, yang pada akhirnya membuat Qin Shi Huang meninggal saat itu juga.

EDITOR: Edy Pramana