JawaPos.com - Bagi umat muslim, membaca ayat kursi telah dipercaya akan mendatangkan banyak syafaat baik di dunia maupun di akhirat.
Membaca ayat kursi di pagi dan petang hari dapat melindungi kita dari gangguan jin, setan, dan manusia yang jahat.
Selain itu, Allah SWT akan membukakan pintu rezeki bagi orang yang membaca ayat kursi dengan istiqomah.
Tak sampai disitu saja, membaca ayat kursi diyakini dapat memberikan ketenangan dan kedamaian hati bagi umat muslim.
Dilansir dari mirbaqeri.ir, Kamis (1/2), disebutkan ada 8 manfaat membaca ayat kursi setelah salat wajib, yang bisa dijadikan acuan bagi umat muslim untuk lebih istiqomah mengamalkan sepenggal ayat dari Surat Al Baqarah tersebut.
1. Dijamin Masuk Surga
Hadits dari An-Nasa'i dan At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang membaca ayat kursi setelah setiap shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya dari surga kecuali kematian."
2. Mendapat Pahala yang Besar
Membaca ayat kursi setelah shalat fardhu diibaratkan seperti mendapatkan pahala sedekah 12.000 dinar.
3. Dilindungi dari Gangguan Setan
Ayat kursi merupakan ayat yang paling agung dalam Al-Quran. Membaca ayat kursi setelah shalat fardhu dapat melindungi diri dari gangguan setan dan jin.
4. Mendapat Ketenangan Hati
Membaca ayat kursi dapat memberikan ketenangan dan kedamaian hati.
5. Dimudahkan Segala Urusan
Membaca ayat kursi dapat membantu kita dalam menyelesaikan berbagai masalah dan rintangan dalam hidup.
6. Menjaga Kesehatan
Membaca ayat kursi dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental.
7. Diampuni Dosa-dosa
Membaca ayat kursi dapat menghapus dosa-dosa kecil.
8. Mendapat Syafaat dari Rasulullah SAW
Orang yang membaca ayat kursi setiap malam hari akan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW di hari kiamat.
Bacaan Ayat Kursi:
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).
Artinya:
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung."