← Beranda

Sepenggal Ayat Penuh Manfaat! Bacaan Ayat Kursi Arab dan Latin Lengkap dengan Penjelasan Syekh Ali Jaber dan Hadis

Novia Tri AstutiSabtu, 18 November 2023 | 02.14 WIB
Ilustrasi - Bacaan ayat Kursi.

JawaPos.Com - Kedudukan dan keutamaan ayat Kursi atau ayat ke-255 dari surat Al-Baqarah memang tidak perlu diragukan lagi.

Bagi umat muslim, bacaan ayat Kursi diyakini memiliki banyak manfaat bagi mereka yang mengamalkan dengan konsisten.

Meski hanya sepengal ayat dari Surat Al- Baqarah, namun ayat Kursi diyakini umat muslim memiliki segudang manfaat dan keutamaan.

Itu sebabnya, dalam sejumlah hadits meneybutkan dan menegaskan bahwa ayat Kursi memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan.

Salah satunya disebutkan dalam hadis, Rasulullah SAW yang bersabda, "Man qara'a ayatal kursi dubura kulli sholati laisa bain wa bainal jannati illa ayyamuut."

Dari Abu Umamah menceritakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Barang siapa yang membaca ayat Kursi sehabis setiap salat fardu, maka tiada penghalang baginya untuk memasuki surga kecuali hanya mati".

Hal yang sama juga diriwayatkan oleh Imam Nasai di dalam kitab Al-Yaum wal Lailah dari Al-Hasan ibnu Bisyr dengan lafaz yang sama.

Dalam tafsir Ibnu Katsir diterangkan bahwa ayat tersebut dinama "ayat Kursi", karena mempunyai kedudukan yang besar.

Di dalam hadis sahih, dari Rasulullah SAW disebutkan bahwa ayat Kursi merupakan ayat yang paling utama di dalam Kitabullah.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Barang siapa yang membaca Ha-Mim surat Al-Mumin sampai kepada firman-Nya, "Ilaihil masir," dan ayat Kursi di saat pagi hari, maka ia akan dipelihara oleh keduanya hingga petang hari. Dan barang siapa yang membaca keduanya hingga petang hari, maka ia akan dipelihara berkat keduanya hingga pagi hari".

3 Keutamaan Membaca Ayat Kursi

Dikatakan Syekh Ali Jaber dalam kajiannya yang telah dikutip NU Online, ia pernah mengatakan bahwa membaca ayat kursi setelah sholat dapat membawa kebaikan-kebaikan.

Sementara itu, dalam sebuah hadits, Rasulullah mengatakan siapapun yang istiqamah membaca ayat kursi usai sholat, maka surga adalah jaminannya.

Selain itu, inilah 3 manfaat dalam beberapa hadist yang telah meriwayatkan bahwa Ayat Kursi memiliki sejumlah manfaat.

1. Terkabulnya Doa

Di dalam Ayat Kursi terdapat nama Allah yang paling agung. Asma Allah tersebut yakni Al Hayyu Al Qayyuum.

Siapa yang membaca ayat kursi lalu berdoa, Allah akan mengabulkan doanya. Sebagaimana diriwayatkan:

اسْمُ اللَّهِ الأَعْظَمُ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ فِى سُوَرٍ ثَلاَثٍ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ وَطَهَ

Artinya: Asma Allah yang paling Agung yang apabila dibaca dalam doa pasti dikabulkan ada dalam tiga tempat yaitu surat Al-Baqarah, surat Ali Imran, dan surat Thaha. (HR. Ibnu Majah)

2. Mendapat Perlindungan

Sebuah hadis meriwayatkan bahwa membaca Ayat Kursi secara rutin akan mendapat perlindungan dari pagi hingga petang.

Hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat Hakim ra sebagai berikut:

إِذَا قَرَأَتْهَا حِيْنَ تُمْسِي أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ

Artinya: Siapa yang membaca ayat kursi pada pagi hari, maka ia akan dilindungi hingga petang. (HR. Hakim; shahih)

إِذَا قَرَأَتْهَا غُدْوَةً أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ

Artinya: Siapa yang membaca ayat kursi pada petang hari, maka ia akan dilindungi hingga pagi. (HR. Hakim; shahih)

3. Mati Syahid

Selain terkabulnya doa, da perlindungan, membaca Ayat Kursi juga memberikan manfaat di akhir kehidupan manusia.

Hal ini dijelaskan dalam hadist riwayat Hakim, sebagai berikut:

من قرأ آية الكرسى دبر كل صلاة كان الذى يلى قبض روحه ذو الجلال والإكرام وكان كمن قاتل عن أنبياء الله ورسله حتى يستشهد

Artinya: Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai sholat, maka yang akan mencabut nyawanya adalah Allah sendiri dan ia bagaikan orang yang berperang bersama para nabi hingga mendapatkan mati syahid. (HR. Hakim)

Bacaan Ayat Kursi lengkap tulisan arab, latin dan terjemahannya

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamawati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.”

Artinya:

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.


***

EDITOR: Novia Tri Astuti