JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap beberapa strategi menanggulangi bencana di Indonesia termasuk di Jakarta. Strategi pertama adalah bencana dijauhkan dari masyarakat.
"Artinya, kita perlu mitigasi struktural misalnya tanggul perlindungan banjir, normalisasi sungai, membangun dam, membangun embung dan lain sebagainya," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (22/2).
Cara kedua adalah masyarakat harus dijauhkan dari lokasi bencana. Termasuk lokasi bencana di bantaran sungai yang rentan terdampak banjir. "Jadi, harus direlokasi dari lokasi bencana," imbuhnya.
Sedangkan pendekatan ketiga adalah hidup harmonis dengan bencana. Willem menjelaskan, arti dari pendekatan ketiga yakni dengan memanfaatkan situasi banjir sebagai kegiatan wisata seperti yang dilakukan di Bojonegoro.
Pemerintah Bojonegoro, lanjut purnawirawan TNI-AL itu, mereka justru menolak membangun bendungan. Dengan harapan, apabila terjadi banjir maka lumpurnya bisa terbawa arus. Ternyata, lumpur tersebut dibuat sebagai bahan batu bata.
"Menurut mereka (warga Bojonegoro) itu (lumpur) adalah kualitas yang paling baik membuat batu bata," terangnya.
Kendati demikian, cara itu menurutnya, harus diimbangi dengan early warning system yang kuat. Sehingga, masyarakat tahu bagaimana merespon apabila terjadi bencana khususnya banjir. "Jadi itu yang dimaksud dengan hidup harmonis dengan bencana," terangnya. (uya/JPG)