JawaPos.com – Meski sempat mengalami kejenuhan, genre game zombie terbukti tak pernah benar-benar mati. Tahun 2025 menjadi bukti kebangkitan genre ini, dengan banyaknya game baru—baik dari pengembang besar maupun indie—yang menawarkan pendekatan segar terhadap kisah mayat hidup.
Dikutip dari GameRant, Kamis (3/4), setidaknya ada 12 game zombie yang dijadwalkan rilis tahun ini. Mulai dari remaster yang dicintai fans, proyek co-op ambisius, hingga judul eksperimental berlatar sejarah.
Salah satu yang paling menarik adalah Into the Dead: Our Darkest Days, spin-off side-scrolling dari seri mobile terkenal. Game ini mengambil pendekatan seperti This War of Mine, di mana pemain harus bertahan hidup, membangun tempat perlindungan, dan membuat keputusan sulit di tengah kiamat zombie. Game ini akan rilis dalam early access di PC pada 10 April 2025.
Judul lama yang ikut bangkit adalah Days Gone Remastered, yang hadir di PS5, PS5 Pro, dan PC mulai 25 April. Meski versi aslinya sempat menuai kritik, dunia open world dan horde zombie-nya tetap menjadi daya tarik tersendiri. Pemilik game lama bisa upgrade ke versi PS5 hanya dengan $10.
Untuk pecinta nostalgia, ada The House of the Dead 2: Remake, versi modern dari game arcade legendaris tahun 1998. Dikembangkan oleh MegaPixel Studios, game ini akan hadir di hampir semua platform besar, termasuk Switch, PS5, dan Xbox Series X.
Genre PvPvE pun tak ketinggalan lewat The Midnight Walkers, shooter ekstraksi berlatar pusat perbelanjaan yang dikuasai zombie. Selain harus bertahan hidup, pemain juga mesti waspada terhadap tim lain yang mengincar loot dan kemuliaan.
Jika kamu rindu co-op klasik, nantikan Killing Floor 3. Tripwire Interactive menjanjikan pengalaman brutal dengan tema cyberpunk, musuh dalam bentuk korporasi jahat, dan tentu saja zeds yang menyeramkan. Game ini semula dijadwalkan rilis 25 Maret namun kini ditunda ke waktu yang belum ditentukan.
Sementara itu, Projekt Z: Beyond Order tampil sebagai FPS co-op berlatar Perang Dunia II. Game buatan studio indie Jerman ini menampilkan atmosfer horor, rahasia Nazi, dan visual menawan yang bikin penasaran.
Untuk yang suka nuansa absurd, Showa American Story menghadirkan dunia alternatif di mana Jepang membeli sebagian besar Amerika Serikat. Gabungan aksi cepat, zombie, dan bumbu humor ala Yakuza, menjanjikan pengalaman yang segar dan nyeleneh.
Di sisi yang lebih gelap, Dying Light: The Beast hadir sebagai spin-off yang mengembalikan Kyle Crane sebagai tokoh utama. Berlatar Castor Woods, game ini menawarkan kemampuan spesial karena Kyle kini memiliki DNA zombie, serta co-op 4 pemain untuk petualangan bareng.
Game indie Holstin juga mencuri perhatian. Dengan kombinasi visual piksel dan sudut pandang 2D-3D yang bisa diganti sesuka hati, game ini berlatar kota kecil di Polandia tahun 1990-an yang mulai dipenuhi monster. Versi demo-nya sudah tersedia di Steam.
Nama besar lain datang lewat John Carpenter’s Toxic Commando. Shooter co-op ini dipenuhi humor ala film 80-an, musik Bon Jovi, dan zombie dalam jumlah gila-gilaan. Proyek ini digarap oleh Saber Interactive, studio di balik World War Z.
Lalu ada Blight: Survival, game zombie berlatar Abad Pertengahan dengan sistem 4-player co-op. Setelah lama vakum, Haenir Studio kini menggandeng Behaviour Interactive untuk menerbitkan game ini, yang digadang-gadang punya potensi besar.
Terakhir, State of Decay 3 siap menjawab ekspektasi setelah penantian panjang. Undead Labs berambisi menjadikannya zombie survival terbaik. Trailer terbaru dirilis saat Xbox Games Showcase 2024, menandakan perilisan besar tak lama lagi.
Dengan beragam pendekatan—dari horror murni, aksi brutal, hingga satire sosial—game zombie 2025 siap menyuntikkan napas baru ke genre yang tak pernah benar-benar mati.