← Beranda

Tonggak Maya Siboen Chanel Sukses Berdayakan Kasegeran

Ilham SafutraMinggu, 12 September 2021 | 22.19 WIB
LESUNG PIPI: Siswanto alias Siboen membikin konten di Taman K-Boen pada Rabu (8/9) petang lalu. (ILHAM DWI RIDHO WANCOKO/JAWA POS)

Warga Desa Sendiri Justru Paling Akhir Mengakui


Kreatif dan tekun adalah kunci keberhasilan. Siswanto alias Siboen membuktikannya. Berkat dia pula, Desa Kasegeran di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masuk dalam peta penting jagat YouTube tanah air.

---

COBA ketik Desa Kasegeran pada kolom pencarian mesin penelusuran di internet. Di sebelah kanan, tepatnya di bawah denah Kasegeran yang disajikan Wikipedia, akan tertulis dua kalimat. Yang pertama menjelaskan posisi administratif Kasegeran. Kalimat kedua berbunyi, ”Desa ini mulai dikenal luas oleh masyarakat berkat YouTuber bernama Siboen”.

Suka atau tidak suka, Kasegeran baru ”ada” setelah Siswanto alias Siboen sukses dengan kanal Siboen Chanel pada 2017. Sebelumnya, tidak banyak yang tahu bahwa ada desa yang bernama Kasegeran di pelosok Banyumas.

Desa yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Purwokerto, ibu kota Banyumas, itu memang tidak istimewa. Secara fisik, penampakannya sama dengan desa-desa lain di sekitarnya. Selain jalan besar dan jalan kampung, Kasegeran hanyalah permukiman warga dan persawahan. Mata pencaharian mayoritas penduduknya adalah petani.

”Anak saya di Jakarta. Tidak menjadi petani,” ucap Nartim kepada Jawa Pos saat dijumpai di sawahnya pada Kamis (9/9). Pria 66 tahun itu menyatakan bahwa sebagian besar petani di Kasegeran sudah tua. Sebab, para pemudanya enggan bertani.

Karena itu, dia senang ketika fenomena Siboen membuat pemuda desa punya pekerjaan selain bertani. Yakni, menjadi YouTuber. ”Kebutuhan ekonomi jadi tercukupi,” tutur petani yang tinggal di depan Taman K-Boen milik Siswanto itu.

Sehari sebelumnya, Jawa Pos berkesempatan ngobrol dengan Siswanto di Taman K-Boen. Taman itu sering menjadi latar Siswanto dan anak didiknya untuk bikin konten. Menemui Siswanto tidaklah mudah. Setiap hari dia sibuk ngonten. Pada siang hari, dia hanya punya waktu luang satu jam mulai pukul 13.00. Pada sore hari, waktu luangnya hanya pada pukul 17.00 hingga pukul 18.00.

Siswanto tidak bisa menyembunyikan binar di matanya ketika dimintai konfirmasi tentang kabar melesatnya perekonomian anak-anak didiknya setelah berhasil mengomersialkan kanal YouTube mereka. Ada yang bisa beli tanah. Ada yang bisa membeli sepeda motor. ”Malah saya senyum-senyum sendiri melihat mereka berkantong tebal,” ujar lelaki 38 tahun tersebut.

Siswanto lega karena sekarang pemuda-pemuda di desanya mau belajar bikin konten darinya. Sejak awal merambah YouTube, dia mengajak tetangga-tetangga dan para pemuda Kasegeran nyemplung di bidang yang sama. Namun, gayung tidak bersambut. ”Pemuda di Kasegeran belum tertarik,” katanya.

Photo
Photo
MENGHASILKAN: Nartim (kiri) menyambut baik munculnya pemuda-pemuda Kasegeran yang menjadi Youtuber. (ILHAM DWI RIDHO WANCOKO/JAWA POS)

Yang berminat, kata Siswanto, justru orang-orang jauh. Dari Jogjakarta, Pekalongan, dan beberapa kota di Jawa Barat. Mereka mengenal Siswanto dari Siboen Chanel, kanal pertama yang lahir pada 2017. Kini Siswanto memiliki 10 kanal yang semuanya mencantumkan label Siboen.

Per Oktober 2017, kanal Siboen Chanel menghasilkan uang. Tepatnya sekitar dua bulan setelah dia mengubah kontennya dari komedi kampung menjadi otomotif. Monetisasi itu membuat harta Siswanto bertambah. Drastis.

Bukannya tertarik menjadi YouTuber, warga Desa Kasegeran malah menggosipkan bahwa bapak tiga anak itu punya pesugihan. Mendengar itu, Siswanto hanya tersenyum. ”Mbok ikut saya belajar YouTube, monggo saja,” tuturnya dengan logat ngapak.

Menepikan rumor-rumor miring tentangnya, Siswanto tetap konsisten pada aktivitasnya di dunia maya. Kegigihannya pun kini membuahkan hasil. Pada 2019, saat Siboen Chanel menggebrak kancah YouTube, warga Desa Kasegeran mengakui kerja keras Siswanto. Bahkan, pemerintah desa mengajaknya bergabung dalam tim ekonomi kreatif. Ajakan itu diiyakan Siswanto pada 2020. Pada tahun yang sama, Siswanto ditunjuk menjadi ketua BUMDes Kasegeran. ”Tapi, sampai sekarang belum resmi karena saya belum menerima SK dan belum ada serah terima formal,” jelasnya.
EDITOR: Ilham Safutra