JawaPos.com - Pada acara Google for Indonesia 2022, Google Play mengumumkan kemitraan bersama Unity dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) dengan meluncurkan program Google Play x Unity Game Developer Training. Program ini membuka peluang bagi game developer juga mahasiswa di 21 universitas di Indonesia untuk mendapatkan pelatihan dan sertifikasi dari Unity.
Para pengembang game lokal yang dibantu Google mulai menunjukkan kemampuannya. Hal ini dibuktikan dengan para developer game Tanah Air ini berhasil lulus dari ujian yang menantang dan telah menjadi Unity Certified Associate Game Developer.
Sejak diumumkan, program ini mendapat sambungan hangat dari para developer game muda di Indonesia, salah satunya Muhammad Ramadhan Rizki Daulay, pemuda 23 tahun asal Medan yang sekarang berkarir sebagai junior programmer di Digital Breeze Interactive.
Baginya, dengan mengikuti program ini, ia mendapat kesempatan bertemu dengan komunitas yang memiliki ketertarikan yang sama sehingga terdapat banyak peluang untuk berdiskusi dan berkolaborasi.
“Selain bermanfaat, program ini menurut saya sangat membantu industri game di Indonesia. Dengan banyaknya developer yang mendapat pelatihan, semakin banyak pula developer game berkualitas di Indonesia,” ujar Rizki.
Dia melanjutkan, melalui program ini, dirinya dan tim-nya mendapat teman dan koneksi baru di industri game yang bisa melahirkan kolaborasi baru. "Program ini cocok bagi siapapun yang ingin memulai karir di industri game atau para developer yang sudah masuk di industri," lanjut Rizki.
Selain itu, bagi Ahmad Tuflihun, pemuda 23 tahun asal Pontianak yang sekarang telah berkarir sebagai augmented reality developer di nuMetagen, mengikuti program Unity Certified Associate Game Developer memotivasinya untuk menguji kemampuan dan meningkatkan keterampilan yang dimiliki. Terlebih dengan program yang didukung Google, ia optimis dapat mengetahui standar pemrograman di ranah global.
“Melakukan ujian sertifikasi sangat penting, terutama bagi seseorang yang kurang percaya diri dengan kemampuannya atau belum berani memulai karir di bidang yang diinginkan. Tidak hanya programmer, bahkan desainer juga perlu melakukannya,” terang Ahmad.
Kendati demikian, dirinya tidak berpuas diri lantaran masih banyak hal yang masih perlu dieksplorasi, dia bersama rekannya bisa belajar bersama untuk memahami berbagai macam pola desain suatu aplikasi atau game. "Pengalaman ini membuka wawasan untuk meningkatkan kemampuan lebih tinggi lagi," tambah Ahmad.
Sebagai orang yang sudah menaruh minat tinggi terhadap dunia game development sejak di bangku sekolah, Gerardo Keandre Lisrianto, pemuda 22 tahun dari Bekasi yang saat ini telah menjadi junior Unity developer di Magnus Digital Indonesia, merasa platform Unity Pro Training menawarkan banyak kursus dan jalur pembelajaran yang menyenangkan.
Menurutnya, semua pelatihan dan ujian yang ditawarkan disusun secara rapi dan memiliki nilai yang sangat tinggi. Mengikuti program pelatihan membantu dirinya mempelajari cara membuat ekosistem dan alur kerja yang baik untuk tim developer game, bagaimana merencanakan sebuah proyek dan mengembangkannya, juga mengetahui praktik terbaik dalam pengembangan game Unity.
Para peserta yang berhasil mengikuti program, dapat memilih tiga jalur pembelajaran terkait pengembangan game yaitu sebagai developer, artist, atau programmer. Selain mendapatkan materi pelatihan yang berstandar global, program ini pun menawarkan berbagai kesempatan menarik bagi para pesertanya.
Para peserta juga mendapat peluang untuk mengikuti pelatihan lain diluar learning path yang dipilih secara gratis. Hal ini diharapkan dapat membantu para pengembang game lokal untuk semakin menunjukkan potensinya dan mampu bersaing dengan developer game luar.