← Beranda

Puasa Ramadhan Tetap Nyaman : 7 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Kepala Saat Berpuasa

Risma Aris MayaSelasa, 3 Maret 2026 | 14.19 WIB
Salah satu cara mengatasi sakit kepala saat puasa adalah tidak melewatkan sahur (freepik)

JawaPos.com –  Bulan suci Ramadhan adalah momen penuh berkah bagi umat Muslim. Namun, perubahan pola makan dan tidur sering memicu keluhan seperti sakit kepala saat berpuasa.

Sakit kepala saat puasa bisa disebabkan oleh dehidrasi, kurang tidur, atau perubahan kadar gula darah. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat mengganggu ibadah dan produktivitas harian.

Menurut WHO, sakit kepala termasuk gangguan kesehatan umum yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti stres dan kurang cairan. Selama Ramadhan,faktor-faktor tersebut sering muncul bersamaan.

Selain itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa dehidrasi dan perubahan pola makan dapat menjadi pemicu sakit kepala. Oleh karena itu, penting memahami cara mengatasi secara tepat.

Baca Juga: Ramadhan Lebih Fokus & Berenergi : 7 Kebiasaan Pagi Hari agar Puasa Lebih Produktif

Berikut 7 cara mengatasi sakit kepala saat berpuasa agar Ramadhan tetap lancar dan nyaman sebagaimana dilansir dari laman Harvard Medical School, Selasa (3/3) :

  1. Pastikan asupan cairan cukup saat berbuka dan sahur

Dehidrasi adalah penyebab umum sakit kepala saat puasa. Tubuh yang kekurangan cairan akan memicu rasa nyeri di kepala.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, menjaga hidrasi membantu mencegah berbagai gangguan kesehatan ringan termasuk sakit kepala. Terapkan pola minum bertahap dari berbeda hingga sahur.

Jadi minumlah air putih secara perlahan dan teratur. Hindari minuman manis berlebihan karena dapat memicu lonjakan gula darah.

  1. Jangan lewatkan sahur

Melewatkan sahur dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah. Kondisi ini sering memicu sakit kepala di siang hari.

Harvard Medical School menjelaskan bahwa kadar gula darah yang tidak stabil dapat menyebabkan pusing dan sakit kepala. Intinya sahur membantu menjaga kestabilan energi.

  1. Kurangi konsumsi kafein secara bertahap

Bagi yang terbiasa minum kopi setiap hari, menghentikan konsumsi secara mendadak bisa menyebabkan sakit kepala. Kondisi ini umum terjadi di awal Ramadhan.

Menurut NIH, penghentian kafein mendadak dapat menyebabkan sakit kepala sementara. Karena itu, kurangi asupan kopi secara bertahap sebelum Ramadhan.

  1. Atur pola tidur yang cukup

Kurang tidur selama Ramadhan sering terjadi karena sahur dan tarawih. Padahal, kekurangan tidur dapat memicu sakit kepala.

Sleep Foundation menyebutkan bahwa gangguan tidur berkaitan dengan peningkatan risiko sakit kepala. Jadi usahakan tidur lebih awal setelah tarawih.

  1. Hindari paparan sinar matahari berlebihan

Cuaca panas dapat memperburuk dehidrasi dan memicu sakit kepala. Terutama jika aktivitas dilakukan di luar ruangan. Menurut Cleveland Clinic,paparan panas berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala.

Oleh sebab itu, gunakan pelindung seperti topi atau payung saat keluar rumah jika cuacanya sedang panas. Selain itu, batasi aktivitas berat di bawah terik matahari.

  1. Lakukan relaksasi dan peregangan ringan

Stres dan ketegangan otot leher dapat memicu sakit kepala. Ramadhan sering diwarnai aktivitas tambahan yang meningkatkan kelelahan. APA menjelaskan bahwa teknik relaksasi dapat membantu mengurangi ketegangan dan stres.

Intinya peregangan ringan dapat meredakan nyeri sakit kepala. Jadi luangkan waktu beberapa menit untuk bernapas dalam dan meregangkan otot. Aktivitas ini bisa dilakukan sebelum berbuka atau setelah tarawih.

  1. Perhatikan pola makan saat berbuka

Berbuka dengan makanan terlalu manis atau berlemak bisa memicu lonjakan gula darah. Kondisi ini bisa menyebabkan sakit kepala setelah makan.

Jadi, hindari langsung mengonsumsi gorengan berlebihan. Pilih menu berbuka puasa sehat seperti sup ayam atau sayur bening.***

EDITOR: Setyo Adi Nugroho